31 Maret 2013

Blue, Twilight, and Cluody

kapan yah terakhir kali ngepost? lupa. aniway hari ini gue mau nulis tentang perjalanan gue bareng wisky beberapa waktu lalu, hingga akhirnya kami menemukan sebuah harta karun. hehe

suatu sore, sepulang kelas Religi Jawa, wisky yang tadinya mau kumpul rapat eh gak jadi. sungguh senangnya hatiku karena sepanjang kelas Religi Jawa, harapan gue bisa jalan-jalan sore bareng doi sepulang kuliah. finally, berhasil berhasil, horay!

seperti biasa, gak pernah ada tujuan mau ke mana saat memutuskan untuk pergi dari kampus secepatnya. kami tinggalkan semua beban-beban kuliah di kampus tercinta, lalu meluncur menyusuri kota Depok yang....gersang. sedih deh, makin ke sini Depok makin gak punya pohon. kalau sing nih, deuuuuh, kulit wajah rasanya kayak kebakar. panas banget! beda banget deh jalanan yg ada di lingkungan kampus UI dengan yang di luar. di UI kan banyak pohon tuh, kalo di luar UI mah boro-boro pohon. gedung doang isinya. ck

kebetulan banget hari itu lagi agak-agak mendung. jadi gak begitu panas. motor wisky meluncur hingga akhirnya memasuki kawasan Citayem. iseng-iseng (seperti biasa), kami telusuri jalan-jalan yang belum pernah kami lewati sebelumnya. eh sampe-sampe di belakang stasiun Citayem.

keluar dari daerah situ, niatnya mau ke Situ Citayem. apa daya malah gak nemu. eh ketemu-ketemu justru sebuah tanah lapang yang BEGITU LUAS. gue menyebutnya padang ilalang Citayem. luasnya berhektar-hektar kayaknya. ada perkebunan melon dan semangka juga di situ. tapi sayangnya, tanah di sana bikin mata kelilipan terus. soalnya banyak motor yang lalu lalang dengan kecepatan tinggi, bikin ngebul! wusss~

well, inilah sedikit cuplikan kenang-kenangan yang kami dapat di sana. narsis dikit ah... :p

Salah Satu Sudut Padang Ilalang Citayem
Backgroundnya perkebunan semangka loh :O
Gak di mana-mana, pasti ada sampah -,-
Muka bete karena kecapekan :(
Antara Mendung dan Senja
Uniknya, di sana gue menemuka gapura.
tapi lebih tepatnya bangunan yg gajadi dibangun.
Foto dulu ah berdua sebelum bergegas pulang :D
Senang rasanya bisa foto-foto di sana. foto di padang ilalang ini merupakan foto keempat kalinya yang pernah gue lakukan dalam situasi dan lokasi yang berbeda. udah sejak SMA gue suka foto-foto dengan background padang ilalang. meskipun hanya kamera handphone...
ya boleh lah yah kalau ada yang pengen foto-foto di padang ilalang dan butuh model, gue siap :D
hahaha!

Sampai jumpa di cerita berikutnya yah :)



Clothes by Kinne Clothes
Hijab, jeans, shoes by owner collection
Fotografer by Lovely Rizky Ramadhani
Location at Padang Ilalang kecamatan Bojong gede,
dekat Stasiun Citayem

23 Maret 2013

Surat Cinta untuk Mochi :)

dear mochi,

hai, apa kabar? semoga kamu selalu baik-baik saja. meskipun rasanya, kamu memang akan selalu baik-baik saja di sana. sebab tak ada tempat terbaik lainnya untukmu selain tempatmu sekarang.

mochi, tahukah kamu? sepertinya aku merindukanmu. ya, bukan sepertinya lagi. tapi aku memang kangen kamu pagi ini. atau karena mimpi semalam makanya aku merindukanmu? semalam aku bermimpi bertemu dengan seorang pemuda yang ternyata mengidap kanker, sepertimu.. wajahnya yang tak biasa, pucat dan lesu.. sedikit mengutupi ketampanannya. meskipun senyumnya tetap senyum terbaik yang pernah dimilikinya dan kulihat... mungkinkah itu sosok menyerupaimu? mungkinkah itu bayangan seperti apa dirimu dulu? mungkinkah.. mimpi itu ingin menunjukkanmu saat kau terbaring tak berdaya?

mochi, ingat dengan perkenalan pertama kita hingga akhirnya kita akrab satu sama lain? kelas 3 SMP waktu itu, menjelang perpisahan sekolah, Bu Mirda memilih kita sebagai anggota vocal group untuk acara perpisahan nanti. latihan selama beberapa minggu setiap hari, membuat aku dan kamu akrab. ada tawa canda yang saling mendera di perpustakaan kecil sekolah kala itu.. ada senyum sapa di setiap sudut bangunan sekolah kala kita bertatap di jam istirahat.. masih ingatkah kamu akan kenangan itu?

sejak itu, aku mengenalmu. mencoba mengenalmu lebih dekat, lebih akrab. layaknya baru mengenal teman baru. senang rasanya. ada obrolan yang terus berlanjut, hingga akhirnya acara perpisahan sekolah pun tiba. dan aku sakit.. tak bisa mengikuti acara, hanya berdiam di kamar. dari jendela kamar penginapan, aku memperhatikan penampilan kalian di panggung. sangat meriah.. sayang aku tak bisa ikut meramaikan..

mochi, tidak ada yang pernah bisa menyangka bahwa hari perpisahan sekolah waktu itu, memang hari-hari terakhir aku bisa dekat denganmu, menyapamu, ngobrol denganmu, atau sekedar melihatmu dari jauh. dan kupastikan kamu adalah pemuda yang sehat, kuat, tangguh, dan penuh semangat.. sejak kita pisah SMA, aku mulai jarang mendengar kabarmu. yang kutahu, ternyata teman sekelasku ada yang mengenalmu juga. namanya Munir. pasti kamu kenal. kan? aku juga samar-samar mendengar kabarmu lewat Fitri dan Ayu. senang bisa mendengar kabarmu sehat-sehat saja di sana.

tapi mochi, begitu aku mendengar kamu masuk rumah sakit, sejujurnya aku gak percaya. aku hanya bisa berdoa semoga kamu cepat sembuh dan penyakitmu memang benar-benar hanya penyakit biasa. hanya butuh opname sebentar. tapi... huff.. (speechless).

mochi, aku kangen kamu.. aku kangen kamu, kangen kamu..
maafkan aku yang tak sempat menjengkumu di rumah sakit saat kamu dirawat waktu itu..
maafkan aku yang tak sempat mengucapkan ulang tahun di tahun terakhirmu bisa menikmati tanggal 30 November waktu itu..
maafkan aku yang tak sempat menanyakan kabarmu ataupun menghubungimu sejak kita sama-sama masuk SMA..
maafkan aku atas semua perlakuan dan kata-kataku yang tak berkenan di hatimu..
di sini.. aku selalu menangis dan teriris jika mengingat semua hal yang tak sempat kulakukan padamu..
jika waktu bisa diulang.. aku ingin menjengukmu, menengokmu, melihat wajahmu yang selalu ganteng sekalipun dalam keadaan sakit, mengucapkanmu selamat ulang tahun, semuanya... maafkan aku...

di antara aku dan kamu, tak pernah ada yang tahu mengapa Tuhan memisahkan kita secepat ini. mengapa Tuhan mengenalkanmu padaku di waktu yang begitu singkat.. aku selalu bertanya-tanya mengapa penyakit leukimia itu harus kamu yang mengidap? sementara yang kutahu kau adalah pemuda yang sehat, semangat, ceria, dan penuh dengan impian dan cita-cita...

aku teringat mimpiku semalam,
aku datang ke dalam sebuah kamar, memanggil sebuah nama dengan riangku, kau menoleh dan tersenyum, sesegera mungkin kupeluk dirimu penuh rindu... aku menangis di bahumu seakan tak ingin berpisah. aku terisak dalam pelukan seakan tak ingin kau pergi begitu saja.. pelukan itu mungkin tanda bukti bahwa aku sangat-sangat merindukanmu... sangat kangen... sangat ingin menyentuhmu dengan begitu nyata.

mochi,
semoga surga Tuhan selalu menjadi tempatmu yang paling indah. semoga keberadaanmu di sana bersama ayahmu selalu dipenuhi dengan kebahagiaan yang tak terbatas. semoga doa-doa dari para teman-teman dan sahabat-sahabatmu selalu menyertai langkahmu di sana. dan semoga kasih cinta ibu dan kakak perempuanmu selalu tercurhakan untumu dan ayahmu...

mochi,
terima kasih sudah hadir ke dalam mimpiku semalam untuk yang kesekian kalinya. terima kasih atas perkenalan yang singkat tetapi meninggalkan kehangatan dan kerinduan yang akan tetap ada sampai kapanpun. terima kasih atas pertemanan ini.. terima kasih atas pertemuan yang tak terhitung jamnya, membuat hari-hariku terlukis oleh satu kisah tak bernama, kisah yang akan selalu dikenang..

mochi, mochi, mochi..
kamu akan tetap selalu ada dalam ingatan dan hati kami sahabatku, M. Fikri Ferdiansyah :)

20 Maret 2013

Bergandengan Tangan = Aku + Kamu

sebelum melanjutkan baca post ini, coba jawab dulu pertanyaan saya. kamu punya pacar? kamu pernah punya pacar? kalau kamu (pernah) punya pacar, berarti kamu gak akan kesulitan untuk mengerti saat membaca post ini. lalu, yg jomblo bagaimana? jangan kuatir, mblo, post ini juga boleh dibaca oleh para jomblowan dan jomblowati dari komunitas jojoba, kok :)

saya rasa, sekalipun jomblo, pasti kamu pernah merasakan bagaimana rasanya tertarik, kagum, naksir, suka, sayang, dan cinta dengan seseorang, kan? meskipun ada yang di-PHP-in atau malah "gak dapet" sama sekali alia ditolak. tetapi, bukan itu yang akan dibahas di sini, kok. sebelum lanjut, coba jawab, kamu pernah bergandengan tangan dengan pacarmu atau orang yang kamu suka? :)

jika pernah, apa yang kamu rasakan? jika tidak pernah, tetapi kamu pernah melihat sepasang kekasih atau dua insan manusia bergandengan tangan, kan?

guys, pernah gak sih kalian berpikir, sebenarnya buat apa ya cewek sama cowok memutuskan untuk bergandengan tangan? kamu sendiri, kenapa menggandeng tangan pacarmu? atau memutuskan untuk memberanikan diri menggenggam jemarinya saat berjalan berdampingan? padahal yang kamu gandeng bukan pacarmu, hanya orang yang kamu suka. atau malah, pacar orang lain.. (yang terakhir jangan ditiru, hehehe).

nah, ini dia nih yang sempat ditanyakan sama pacar saya waktu kita lagi jalan di menuju parkiran Depok Town Center berniat pulang setelah makan spageti di McD. gara-garanya waktu kita lagi jalan--tanpa gandengan--melihat di depan kita ada pasangan yang gandengan tangan. tercetuslah pertanyaan aneh dari pacar saya, katanya, "Ra, menurut kamu, kenapa sih orang pacaran itu gandengan tangan?".

kalau kalian, jawab apa?

saya pribadi punya jawaban tersendiri untuk menjawab pertanyaan itu. sebab, setelah diresapi, ternyata ada banyak makna loh mengapa pasangan kekasih atau pasangan teman tapi mesra itu bergandengan tangan. yuk, simak sama-sama :)




pertama, naluriah.
yang namanya naluri itu sudah pasti ada dalam diri manusia bahkan sejak lahir. apalagi bagi orang-orang yang sedang jatuh cinta, ada gejolak-gejolak dalam diri mereka yang membuat mereka melakukan hal-hal tanpa sadar, tanpa rencana, tanpa prediksi. naluri itu, kan, insting. instingnya orang yang sedang jatuh cinta, salah satunya adalah adanya dorongan atau keinginan untuk menyentuh, mengenggam, bahkan menggandeng tangan orang yang disukainya. terkadang kesadaran mereka akan perbuatan tersebut justru saat semuanya sudah terjadi, sudah lewat. entah itu disadarkan dengan cara si kekasih balas menggenggam jemarimu, atau malah melepasnya (mungkin karena malu, hihi).

kedua, ada rasa aman dan terlindungi.
saya sebagai cewek, merasakan sekali poin yang kedua ini saat kekasih saya menggandeng tangan saya. biasanya saat sedang menyebrang atau berjalan di antara kerumunan banyak orang seperti di terminal atau pasar. cewek, memang makhluk yang butuh perlindungan sedangkan cowok, makhluk yang tangguh melalui rasa aman yang diberikan. percaya deh, ada 'power' yang mengalir saat akhirnya kedua tangan disatukan. dulu, ada pengalaman saat saya dan kekasih masih pedekate, belum jadian. suatu hari, saya terkejut saat akhirnya ada sebuah tangan menggenggam erat tangan saya ketika menyebrang jalan raya. saya hanya tersenyum saat menyadari hal itu, sementara ia terus menggandeng dengan kepercayaan diri yang kuat. sampai akhirnya kita tiba di seberang dengan senyum malu dan salah tingkah. sejak saat itu, saya merasa bahwa cowok seperti inilah yang saya butuhkan, yang mampu memberikan rasa aman dan perlindungan.

ketiga, simbol kepemilikan.
kamu pasti sering melihat banyak pasangan yang bergandengan tangan di tempat-tempat umum seperti pusat perbelanjaan, taman wisata, bahkan kampus. apa yang terpikirkan pertama kali saat melihat pemandangan itu? yang paling sering muncul adalah opini batin seperti "pasti mereka pacaran", baru disusul dengan opini batin lainnya seperti "sejak kapan pacaran?", "itu pacarnya?", "kok serasi ya?", atau malah "kok pacarnya jelek, sih? gak cocok." (sadiiiisss.. siapa tuh yg pernah ngomong gitu? coba ngaca bareng pacar, hehe).
ada simbol "merasa memiliki" saat bergandengan tangan. saya pribadi sih, hobi banget gandeng tangan kekasih saat jalan-jalan, di mana pun tempatnya. untuk apa? untuk menyiratkan bahwa ada status kepemilikian di antara kami berdua. saya rasa, kamu, kalian, bahkan orang lain pun akan setuju dengan poin ini. kalau gak merasa memiliki sih, ya buat apa gandengan tangan? kalau orang yang disuka atau pacarnya hilang digandeng orang lain sih, ya mereka gak akan merasa kehilangan karena gak menggandeng. hal itu karena belum adanya rasa memiliki di antara keduanya atau salah satunya. coba lirik di sebelahmu, ada kekasih yang berharap digenggam tangannya olehmu... :)

keempat, suasana romantis.
romantis gak harus makan berdua pakai lilin di pinggir pantai, kok. cukup dengan duduk berdua atau jalan bareng di sebelah kekasihmu, lalu genggam jemarinya perlahan. tak berapa lama kemudian, rasakan detak jantungmu. ada perubahan? semakin cepat? lalu beranikan diri tatap kekasihmu. dan rasakan sensasinya :)





semoga, setelah membaca post ini, ada banyak hati yang tak lagi merasa takut untuk menggenggam tangan kekasihnya. ada banyak hati yang merasa aman dan romantis begitu jemarinya digenggam erat. semoga, banyak para jomblo yang akhirnya mengakhiri status kejombloannya, hihihi..

see you next :3



Clothes: 
owner collection
Place:
1. Setu Babakan, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan
2. Auditroium gd. 4 FIB UI (Apresiasi KMSJ FIB UI)
Fotografer: 
Nurani Dewi and Zenny Rahmawanti

16 Maret 2013

Salem in PBJ UI 2012

waktu menunjukkan pukul 1 dini hari dan gue belum kepingin tidur. pacar baru sampe rumahya setelah menempuh perjalanan yg melelahkan dari Garut ke Depok. well.. sekarang kayaknya dia ketiduran, sms ku tak dibalas-balas. hiks..

jadi, malam ini mau post keceriaan pas acara Pekan Budaya Jawa UI 2012 sekitar bulan November tahun lalu. waktu hari pertama, semua panitia diwajibkan memakan kebaya (cewek) dan kemeja (cowok). lagi-lagi, keluar deh kebaya yang dibuat khusus wisuda SMA 2 tahun lalu. kebetulan banget gue sengaja pake kebaya warna cream/salem ini supaya bisa senada dengan kemeja wisky. tapi.. pas difoto, ternyata warnanya serupa tapi tak sama hehehe..

bermodalkan keahlian zenny dalam mengaplikasikan jilbab, jadilah hari itu moment para hijabers bergentayangan di FIB. karena semua panitia yg cewek berjilbab, jilbabnya 1 model semua. hasilnya, beautiful :3

with Ken Kinasih

with my friends: Winda Tiswati, Zenny R, Marina Dwija, Galuh S, and me.

ini hasil jepretan Asti Diautami loh

kalo ini.. with my R <3

kebaya and hijab paris by own collection (me), kemeja Alisan (Rizky)
pink wedges by St. Yves
fotografer by Asti Diautami and Arie Tursino
location at Auditorium Gedung 9 FIB UI

12 Maret 2013

Deskripsi Naskah Kuranta Bolong, Kode AH. 22

Deskripsi Naskah Kuranta Bolong, AH. 22

Naskah dengan nomor koleksi LT 169 ini telah tercatat dalam Katalog Induk Naskah-Naskah Nusantara, Jilid 3A, Fakultas Sastra Indonesia. Naskah ini tercatat dengan judul "Kuranta Bolong", beraksara Bali dan berbahasa Jawa Kuna. Alas tulis yang digunakan adalah lontar. Sampul naskah ini berbahan dasar kayu, di bagian sampul depan maupun belakang. Sampul naskah berukuran panjang 45 cm dan lebar 3,2 cm. Warna sampul naskah ini yaitu warna cokelat tua selayaknya warna kayu pada umumnya. Pada bagian sisi kanan sampul depan terdapat sebuah tulisan aksara Bali yang dibaca "kuranta" sedangkan pada bagian sisi kiri terdapat tulisan beraksara latin berupa "Kuranta Bolong Kelangkung" yang ditulis di kertas putih menggunakan pensil. Kertas putih itu di tempel di bagian sisi kiri sampul depan tersebut. Diduga kemungkinan besar bahwa "Kuranta Bolong" merupakan judul dari naskah ini.

Banyaknya halaman naskah ini yaitu berjumlah 37 halaman atau lempir. Jilidan naskah ini pun dalam kondisi baik. Lempir demi lempir naskah ini disatukan dengan cara bagian tengahnya dibolongi untuk jilidan. Jilidan naskah ini berupa tali putih yang dikepang--semacam tali tambang kecil--dengan kondisi yang sama baik.

Apabila sampul depan naskah ini dibuka, tampilan pertama yang terlihat yaitu sebuah lempir bertuliskan (       ) atau biasa disebut dengan kelopak naskah. Begitu lempir selanjutnya dilihat, terdapat teks dengan nomor lempir pertama atau halaman pertama. Ukuran alas tulis naskah ini yaitu panjang 44,9 cm dan lebar 3,2 cm. Ukuran ini nyaris seukuran dengan sampul naskah. Tiap lempir berisi teks dengan jumlah 4 baris teks. Blok teks berukuran 38,5 cm x 3 cm. Setiap helainya, lontar ini diberi tanda A dan B pada sisi yang berlawanan. Pada sisi kiri dan kanan tiap helai lontar diberi garis tepi berwarna hitam. Keseluruhan, naskah ini berjumlah 19 helai.

Pada lempir B (       ) terdapat coretan karena adanya kesalahan tulis. Sebanyak dua gambar juga muncul pada lempir A (         ) dan B sedangkan pada halaman (           ) dan (           ) terdapat kerusakan mekanis bagian bawah teks. Kemungkinan sentuhan fisik yang menyebabkan adanya keretakan pada lempir ini, seperti patah dalam ukuran kecil. Halaman (            ) A dan B terdapat garis bantu pada tiap baris teks. Sementara itu, pada lempir terakhir naskah, hanya terdapat dua barus teks saja. Warna teks yaitu hitam, kemungkinan ditulis menggunakan pengutik dan dalam kondisi baik sehingga masih dapat dengan mudah dibaca. Kecuali pada sampul naskah, judul ditulis menggunakan pensil. Isi teks berbentuk prosa. Dalam naskah tersebut, tidak terdapat keterangan yang jelas terkait asal-usul naskah maupun penyalinan naskah.

Ngalembana Tiyang Estri

Sanadyan ngubengi saindhenging jagad, lelana njajah nagara, ngubengi gisiking segara, munggahi puncak gunung, nlasak alas gung liwang liwung, lan ngudhuni jurang trebis, mokal tinemu (wanita) kang madha rupa karo (sliramu) sira pupujaningwang. Mbokmenawa ing dhasaring bumi, ndhuwuring langit, lan sajroning segara, ananging ora ana sing ngerti. Sanadyan pangiraku ing tribuwana, anaa sing madha sliramu, tetep ngeresepake ing ati anggonmu sumeh. Milane para Hyang ngutamakake para wanita ing bumi kang badhanipun sedheng sedhet, anggone lelewa milangoni jalaran dhemes lan sembada anggonmu tumindak. Kayadene tansah ngumala lan gawe merak ati, sarta pitutur kang manis gapyuk, tumindakmu kang sigaraning nyawa. Juwawut geng kang salaga, pari kudu sun ngengeri*. 

Meskipun berkeliling ke penjuru dunia, menjelajahi banyak negara, menyusuri tepi pantai, mendaki puncak gunung, menerobos hutan rimba, dan menuruni jurang tanpa batas, mustahil kutemukan (wanita) sosok yang serupa dengan(mu) pujaanku. Barangkali di dasar bumi, di atas langit, dan di dalam samudra, tak ada yang mampu mengerti. Meskipun dugaanku pada tiga dunia, akan ada yang serupa denganmu, tetap murah senyummu yang paling berkesan dalam hatiku. Oleh karenanya, para Dewa mengutamakan para wanita di bumi yang perawakannya sesuai, dalam bersikap ia buat mempesona, sebab serba pantas ia berperilaku. Seperti selalu bersinar dan menarik hati, serta kata-kata yang manis dan memikat, tingkah lakumu bak belahan jiwa. Juwawut geng kang salaga, pari kudu sun ngengeri*.

Catatan: (*) Kalimat berikut merupakan wangsalan dengan makna tersendiri, tidak bisa diartikan dengan bahasa Indonesia secara gamblang atau pas.

21 Februari 2013

Simpel Tapi Elegan

Hari Rabu, 21 Februari 2013 lalu ada acara Purnabakti Ibu Prof. Parwatri Wahjono yang bertempat di Auditorium Gedung 9 FIB UI. Hari itu acaranya cukup formal. Teman-teman janjian pakai dresscode warna merah bagi yg cewe, sedangkan yg cowok warna hitam. Nah.. sempat bingung juga tuh mau pakai baju apa. Sampai akhirnya teringat dengan gaun atau long dress jaman SMP yg belum pernah dipakai sama sekali untuk acara formal. Dulu mau pakai kegedean hehehe..

Akhirnya, hari itu berguna juga. Well, mencoba untuk dandan sesederhana mungkin tapi tetep kelihatan formal dan elegan. Alhamdulillah, cocok. Banyak yg suka dengan penampilanku hari itu :* 


Sebelum hari H, coba dulu deh. Eh bagus :p
Ini dia nih, long dress milikku :) Inget juga punya cardigan hitam, ditambah belt ukuran kecil jadi tambah manis. Hijabnya juga baru pertama kali coba tuh model begitu hihihi, ternyata cocok untuk bentuk wajahku yg agak bulat :O


Hasil jepretan Asti Diautami nih :3

Asik, ada model dadakan nih :p

Serasi tidaaaak? hihihi


Clothing by Own Collection (Me), Kemeja Alisan (Rizky)
Fotografer by My Little Brother, Asti, and Me
Location: Auditorium Gedung 9 FIB UI

14 Februari 2013

Obat Rindu

"Menulis itu bius penyeka rindu, meski hanya sekejap tak kontinyu.

Setidaknya aku butuh obat saat rindu, sebab merindumu mematikanku."

-@wawawisky








Location : Kebun Raya Bogor
Cloth & Hijab : Own Collection
Fotografer by Rizky Ramadhani and Mr. BB

Kind of Smile


"Tidak selamanya,
kebaikan akan dibalas dengan sama baiknya.
Ambil hikmahnya saja, paling tidak pernah melakukan kebaikan
untuk orang lain."
-@wawawisky




Location: Balairung UI
Cloth by Kinne Clothes
Inner and hijab by own collection
Fotografer : My lovely, Rizky Ramadhani

7 Februari 2013

Purple with Roses

Mawar flanel yg belum terjual, yaa dijadikan aksesoris narsis saja. Untung punya pacar hobi motret, meski hanya sekedar kamera BB. Haha

Dengan blouse purple polkadot hadiah ulang tahun ke-20, dipadukan dengan paris ungu yg bikin gue dapet pujian dari pacar: cantik, katanya. :)

Jam tangan oleh-oleh ari Paris yg masih awet dan jadi favorit gue, sewarna dengan my black glasses :3

Sepatu karet yg emang cocok dipake saat musim hujan. Voila.. This my picture, my purple with roses :D


gue selalu suka dipotret dengan background jalan lurus macam ini :)


chubby :O


foto cantik (/,\) muhuhu

pacar bilang, ini ekspresi paling manis. aaaa to tweeet~

mawar flanel, untukmuuuu :*

mawar flanel by Lalitya Flanel <3


30 Januari 2013

Belum Jodoh

gue nggak menang lomba cerpen. hiks :'(

yaaah namanya juga kompetisi, ada yg menang ada yg kalah. sedih sih.. bahkan, sebelum pengumuan satu jam yg lalu, gue berusaha untuk nggak kepikiran sama pengumuman pemenang cerpen ini. gue main di kampus seharian, ketawa-ketawa sama asti dan pacar gue, rizky. sampe-sampe, gue memutuskan pulang setelah setengah jam berlalu dari waktu pengumuman.

itu sebenernya rasa takut nggak menang atau memang hopeless duluan ya? hahaha

gue memang baru kali ini nih ikutan lomba dengan segenap hati gue. menulis dengan rasa, mengingat-ingat kejadian pahit yg sama sekali nggak ingin gue ingat. sialnya, gue nggak menang.. aaaah~ *ketawa miris* ya sudahlah, "MUNGKIN INI BELUM JODOH". suatu hari mungkin tulisan gue akan berjodoh dengan yg lain.

gue benar-benar ngerasa kena kutukan sama tulisan gue sendiri. cerpen gue berjudul "Jogja Itu Mimpi" yg menceritakan tentang gue yg sampai sekarang pengiiiiin banget ke Jogja, tapi belum juga kesampaian. Nah, kok di dalam kenyataan seakan-akan Jogja emang beneran cuma mimpi. masya allah.. apa gue sama Jogja emang gak jodoh ya? ckck-

nggak menang bukan berarti harus berhenti nulis kan? gue gak akan nyerah sampe di sini. gue nggak mau nyesel kayak jaman SMP dulu. novel ditolak dalam waktu satu minggu setelah naskah diantar ke penerbit. itu frontal banget! hahaha gara-gara itu gue nggak mau nulis lagi. itu bodoh banget. padahal emang tulisan gue jaman itu nggak layak diterbitkan *pftt..

gue rasa gue emang gak jodoh kalo ikutan lomba-lomba begini. mending langsung nulis terus dikirim ke penerbit deh, lebih pasti kayaknya haha *walaupun belum tentu juga* tapi seenggaknya nggak deg-deg-an kayak tadi atau terlalu berharap.. meskipun gue nggak terlalu berharap, tapi ya tetep ada kecewa walau secuil.

kegagalan ini membuat gue belajar banyak. gue masih harus banyak intropeksi diri. gue masih nggak layak jadi peulis kayaknya. atau mungkin gue masih jarang berdoa. usaha untuk belajar masih kurang. ck, banyak yaah.. kegagalan ini harus bisa bikin gue OPTIMIS kalau suatu hari gue layak jadi penulis. ya, banyak kok ilmuwan yang gagal sampe 1000 kali baru bisa sukses. Raditya Dika harus ditolak 10 kali oleh penerbit sampai akhirya bukunya melejit ke seluruh toko buku Indonesia. WOW!

pokoknya, gue harus bisa!!!
kesuksesan, sudah menunggu gue di ujung jalan sana. pasti :)

20 Januari 2013

Two Songs is You, My X - Ketua OSIS

obrolan semalem bersama @apriliafitria dan @harisfauzi030292 berhasil bikin gue kangen sama masa lalu: kangen sama SMA, kangen sama IPA 3, kangen sama... si pemiliki motor merah.

di tengah obrolan lewat twitter yg semakin menggila dan nggak waras, tersebutlah sebuah judul lagu: "Ingin Hilang Ingatan". Tanpa diperjelas pun gue masih dengan mudah mengingat itu lagu siapa dan siapa yg pernah menyanyikan. huft banget kalo inget si x-ketua osis itu hobi banget nyanyi lagu itu di kelas jaman kelas duabelas. yang paling gue inget lagi adalah saat dia lomba nyanyi acara 17-an di sekolah, dia nyanyi lagu itu di tengah lapangan. dan gue dengan senantiasa nonton dia dari atas balkon kelas waktu itu. masih inget juga, berkali-kali tatapan kita ketemu saat dia lagi nyanyi di bawah sana. seakan-akan dia nyanyi buat gue. pfftt :|

siang ini, kegiatan smsan gue sama pacar lagi ada jeda. pacar lagi asyik nulis. ya gapapa lah, kapan lagi gue bisa lihat dia bahagia melakukan sesuatu saat liburan selain mengeluh. tapi sayang, timingnya kurang tepat kayaknya. kondisi gue semakin mellow dipeluk kerinduan. daya ingat akan masa silam semakin membanjiri otak gue. alhasil, gue ketemu lagi sama sebuah lagu yang jelas-jelas itu MEMORI banget waktu SMA.

lagu yg satu ini berjudul "Hate To Miss Someone" dipopulerkan oleh Still Virgin. gue tau band indie itu dari siapa lagi kalo bukan dari si x-ketua osis ini. yg parahnya lagi, waktu ultah gue ke-18, dia nyanyiin lagu itu khusus buat gue. ditambah iringan gitar yang dia mainin sendiri. astagaaaa... kangen suasana waktu itu. salah gak yah kalau gue kangen?

tapi, gue baru menyadari sesuatu loh atas kedua lagu tadi. waktu SMA gue dengar lagu itu sih ya biasa aja. malah seneng kalo dinyanyiin langsung sama dia. nah, sekarang baru terasa loh kalau lagu itu dinyanyiin di MASA KINI: masa-masa di mana udah gak ada lagi antara gue dan dia, yg ada gue dan pacar - dia dan pacarnya.

gue baru sadar, kalau lirik kedua lagu itu memiliki arti yang dalem. arti dari lirik itu NGENA banget sekarang, di saat kondisi gue dan dia udah berbeda. sangat jauh. jauh.. jauh.. jauh.. dan kedua lagu tadi bikin hati gue teriris dengernya. padahal, seharusnya gue gak boleh kayak gini :(

yah, mungkin memang sudah jalannya harus begini, kan? dari awal gue harusnya sadar, kalau dari lagu itu muncul di tengah-tengah antara gue dan dia dulu, itu merupakan isyarat bahwa suatu hari: gue yg akan bernyanyi seperti itu sambil mengenang dia dan gue akan mengerti kenapa liriknya harus seperti itu. astaga.. :(
-------------

Ingin Hilang Ingatan - Rocket Rockers

menghilanglah dari kehidupanku, enyahlah dari hati yg tlah hancur
kehadiran sosokmu kan menyiksaku, biarkan di sini ku menyendiri

pergilah bersamanya di sana, dengan dia yg ada segalanya
bersenang-senanglah sepuasnya, biarkan di sini ku menyendiri

terlintas keinginan tuk dapat, hilang ingatan agar semua terlupakan
dan ku berlari sekencang-kencangnya, tuk melupakanmu yg tlah berpaling

Reff.
di sini, kembali
kau hadirkan ingatan yg seharusnya kulupakan
dan hancurkan adanya

letih di sini... ku ingin hilang ingatan
letih di sini... ku ingin hilang ingatan



Hate To Miss Someone - Still Virgin feat. Cha

one night I stand I remind of you, our hope and dream
tears in my eyes, when you gone so fast
when I realized you know ican be perfect

I fall from you
you make me like I cant stand with you
you make me like I cant live with you
I cant hold your hand

so please dont let me down
I try to be a stronger
when I know everything over
everytime I feel, everyday I think
I never see you once again

I know I cant be stronger
even I try to forget you
oh no I missing you
I need its you
so please dont make me feel like..
I keep you in my heart

I miss your smile, I miss your face
I need you hear, I need your hugs
in every night in everyday
like you want me to be

I miss you voice, I miss your laugh
I need yor hear, I need your hug
in everynight in everyday
is you
you know everything is you 

18 Januari 2013

Order Buku "Aku Dan Sebuah Cerita" By Rara Indah


Halo, teman-teman pencinta baca dan tulis!

Kini, saya hadir lagi dalam rangka promo buku kumpulan cerpen perdana saya yang berjudul "Aku Dan Sebuah Cerita" terbitan Nulis Buku dot com. Buku ini berisi 7 kisah cinta yang dikemas dalam bentuk prosa singkat atau cerita pendek (cerpen). Tema yang diangkat bermacam-macam: patah hati, perselingkuhan, pacaran beda agama, HTS-an, sampai tentang kesetiaan yang hanya mampu terpisahkan oleh ajal.


So, buat kamu-kamu yang haus akan cerita cinta, dari pada galau mikirin mantan yang nggak akan pernah balik lagim apalagi ngarepin gebetan yang sekarang udah diambil orang, lebih baik ORDER buku ini untuk teman di waktu luang :)) Harganya murah!! Hanya Rp. 37.000,- :D

Cara ORDER buku ini ada 2. Simak ya :D

ORDER Via NulisBuku.Com
  1. Kunjungi review buku "Aku Dan Sebuah Cerita" di sini http://nulisbuku.com/books/search?search=aku+dan+sebuah+cerita&pilihan=title
  2. Silahkan kirim email ke admin@nulisbuku.com dengan format NAMA-ALAMAT-JUMLAH PESANAN-NO. TELP
  3. Tunggu balasan email dari admin Nulis Buku sebagai konfirmasi email kamu sudah diterima dan ikuti prosedur selanjutnya perihal ORDER.

ORDER Langsung Via Saya
  1. Kunjungi review buku "Aku Dan Sebuah Cerita" di sini http://nulisbuku.com/books/search?search=aku+dan+sebuah+cerita&pilihan=title
  2. Jika berminat ingin order, segera hubungi saya lewat facebook Rara Indah Nova Nindyah atau twitter follow @wawawisky
  3. Biaya dikenakan tambahan sebesar Rp. 3000,- untuk ongkos kirim patungan, sebab lokasi percetakan buku ini di Surabaya dan dikenakan biaya ongkos kirim Rp. 13.000 / kg.
  4. Orderan akan segera dilanjutkan jika sudah terkumpul sekitar 4-5 buah buku yg dipesan (bisa juga 4-5 orang pemesan).
  5. KHUSUS yang tinggal di JAKARTA SELATAN - DEPOK. Di luar daerah itu, mohon maaf tidak bisa membantu orderan lewat saya. Silahkan order lewat email :)
  6. Buku akan saya antar langsung ke kamu.

Nah, itu dia cara ORDER buku "Aku Dan Sebuah Cerita", teman-teman. Bagi yang masih kurang jelas, silahkan hubungi aku saja supaya ngobrolnya lebih enak :)

Ditunggu ya kabarnya! Kritik dan saran dari kalian setelah membaca buku ini, sangat aku nantikan :)

Salam,
Rara @wawawisky


6 Januari 2013

KAMU


kamu
mungkinkah memang yg direncanakan tuhan untukku?
mungkinkah memang yg sengaja dikirimkan malaikat untukku?

kamu
yg datang tidak dengan tiba-tiba, sebenarnya.
sudah ada garisnya.
hanya saja, aku dan kamu tak mengetahuinya
pertemuan kita, tak ada yg bisa menduga-duga

kamu
menjauh, lalu mendekat
kemudian menjauh lagi, dan benar-benar jauh
tapi mendekat lagi, bahkan sangat dekat
dan satu

kamu
datang di saat tak terduga
di saat diinginkan tak diinginkan
di saat diharapkan tak diharapkan
datang di saat semuanya kacau
namun berujung ketenangan

kamu
mengisi sesuatu yg kosong di antara ruang-ruang
di antara jemari dan hati
seakan ikut mengalir dalam aliran darah
mengikuti ke mana hidup melangkah dan berjalan

kamu
meraih semuanya dengan perlahan, namun pasti
tanpa janji, namun dengan usaha menuju yg terbaik

kamu
berada di sini, bersamaku dengan pengorbananmu
dengan usahamu, cintamu
ketulusanmu

kamu
hadir dengan sejuta rasa
dikirim oleh tuhan entahlah untuk saat ini saja, atau
untuk selamanya
di sela-sela nafas pasti selalu akan ada doa
harapan akan semua yg tak pernah berakhir

kamu
jika saat ini ada, suatu hari mungkin akan pergi
hanya saja, berharap kepergianmu tanpa meninggalkan kekecewaan
tapi pergilah dengan meninggalkan kasih sayangmu
yg akan selalu kujaga

kamu
bukan suatu kebetulan ada di sini
kamu, memang takdir jika harus ada di sini
berjalan mengikuti garis yg tuhan buat

kamu
datang tanpa diduga-duga
dan perasaan yg ada, juga tanpa diduga-duga

kamu
mungkinkah hadiah dari tuhan untukku yg bisa aku miliki selama aku mau?
selama aku hidup di dunia ini?
selama aku mampu menjaga dan mengasihimu?
mungkinkah?
mungkinkah...

hanya kata terima kasih yg mampu terucap atas KAMU yg ada untukku saat ini.




menjelang magrib, 26 februari 2011

NB : aku percaya, tak selamanya bahagia mampu mengisi hidup ini. ada kalanya kecewa mampu mengusik. tapi aku percaya, jika bersama, maka semuanya mampu seimbang. tentu dengan doa dan usaha.

Aku Sayang Kamu. Begitu Juga Kamu, Iya Kan?


Aku sayang kamu. Begitu juga kamu, iya kan?

Awalnya kita tak saling kenal. Tapi suatu ketika, sore itu, kita bisa berkenalan.
Berjabat tangan, dan kau sebut namamu. Aku masih ingat jelas, suasana di depan gerbang sekolah waktu itu.

Waktu tidak berhenti sampai di sore itu. Tentu berganti pagi.
Kita bertemu lagi, berpapasan saat aku ingin ke kantin. Kau tersenyum, membuatku tersipu malu. Tak tahukah kamu, jantungku berdetak seperti lajunya kereta?
Gombal. Tapi memang itu yang kurasa saat senyummu terpancar.

Sepulang sekolah, kulihat kau berdiri di tempat kita pertama kali berkenalan.
Aku ingat hari itu kita punya janji untuk pulang bersama. Kau sapa aku dengan lambaian tanganmu. Membuat teman-temanku iri, katanya ingin juga disapa olehmu.
Lagi-lagi, aku hanya tersenyum malu.

Kita berdua, berjalan bersama. Beriringan berdampingan. Malu-malu, tanganmu kaku bersembunyi di balik saku celana. Padahal aku berharap saat itu… hahaha, aku hanya bisa tertawa bodoh dalam hati pada harapan itu.

Tak tahukah kamu, aku selalu menikmati saat-saat kita bersama. Hanya ada kita berdua. Di mana pun tempatnya. Tentang apapun kita bicarakan. Semuanya seakan terasa tak biasa, terasa lebih indah, meski hanya dengan makan es krim di pinggir jalan.

Aku ingat sesuatu. Di mana saat kau genggam tanganku erat. Tatapan matamu seolah bicara, meminta dengan tulus agar hatiku menjadi milikmu seutuhnya. Tak tahukah kamu saat itu, bulu kudukku seolah berdiri, merinding karena sentuhan cintamu? Dan lagi-lagi aku hanya bisa tersipu malu.

Hari terus melaju, tak berhenti. Cerita demi cerita, kisah demi kisah, mengiringi langkah kita berdua. Tawa, canda, tangis, ego, amarah, cemburu… semuanya. Kujalani kisahku dengan sepenuh hati. Tak ingin sekalipun kulukai perasaanmu, kusayat hatimu, apalagi sampai kutikam jantungmu. Hahaha, saking tergilanya aku jatuh cinta padamu, aku jadi semakin gombal.

Tapi…
Suatu ketika kurasakan kau mulai berubah. Ada yang lain denganmu. Apa itu, di bagian mana itu, aku tak mengerti. Aku hanya berharap pada Tuhan agar bisa memberiku kebesaran hati menghadapi perubahanmu.

Sulit memang jika tiba-tiba harus menerima perubahanmu. Tak ada lagi tawa yang sesering dulu, tak ada lagi eratnya genggaman tanganmu, tak ada lagi hangatnya dekapanmu, tak ada lagi manisnya kata-katamu. Dan haru ku akui, tak ada lagi kita di antara kita. Tapi yang ada justru kita di antara baying-bayangnya dalam hatimu.

Salahkah jika aku harus memilih tuk pergi?
Haruskah aku marah saat kau tak berusaha menarikku agar aku tak pergi dari hatimu?
Mampukah aku berdiri tanpa dirimu di sampingku?

Aku kira aku sanggup. Aku kira aku tak akan marah. Dan aku kira aku memang tidak salah.

Tapi aku salah telah meninggalkanmu hanya karena tak mampu memahamimu, bahwa kamu butuh aku untuk semua itu. Untuk membantumu melupakan semua itu. Untuk mengiringi langkahmu agar kamu terbiasa olehku.

Tapi ternyata aku marah pada diriku sendiri karena kau tak menahanku. Kau lebih memilih membiarkan aku pergi, bahkan untuk selamanya. Tak pernah kau tarik aku lagi, meski hanya sedetik, dua detik, satu menit, satu jam…

Tapi ternyata aku tak mampu berdiri sendiri. Memperhatikanmu dari jauh. Memandangimu yang tertawa di kejauhan sana. Mendoakanmu setiap malamnya. Membiarkan diriku ada di sini, tak mampu untuk mendekatimu lagi. Aku jauh di sini, jauh dari pandanganmu, jauh dari jagaanmu, hanya bisa berharap waktu mau memberiku kesempatan sekali lagi untuk memperbaiki semuanya…

Tak bisakah kau mengerti, bahwa hatimu sudah kelewat mati.
Tak bisakah kau pahami, bahwa kata-katamu sudah kelewat sadis.

Tengok aku meski sekali. Lihat aku menangis di sini.
Jika hatimu bisa lunak meski sedikit, kau akan temukan sebuah kata…

Aku sayang kamu. Begitu juga kamu, iya kan?


21 Maret 2011, pk.21:33
*terinspirasi dari pengalaman seorang sahabat. Semoga aka nada hari indah suatu hari untukmu, kawan :)

4 Januari 2013

Tentang Jogja


aku baru sekali berkunjung ke Jogja.
hanya sebentar, tidak lama
ada yg tertawa ketika aku tak mungkin bisa lagi berkunjung
ke sana
seakan-akan dirinya paling hebat bisa berkali-kali
menginjak Jogja.

aku iri? tidak sama sekali.
aku senang dengan perjalanan ini
perjalanan hingga suatu ketika aku tengah berdiri
di tanah Malioboro
ikut berdendang menikmati musik jalanan
memandang jauh Stasiun Tugu, dan melemparkan senyum
pada Tugu Jogja.

hidup ini tidaklah mudah, semudah membalik telapak tangan, katanya.
tapi memang benar. jika hidup begitu mudah dijalankan,
bukan hidup namanya bila tak ada angin hambatan,
badai rintangan, dan topan kegelisahan
ketika bebagai macam kesulitan hadir, di sanalah hidup kita yg benar-benar HIDUP.

kala malam, aku teringat akan Jogja.
aku menghela nafas rindu suasana malam di Alun-Alun Selatan-nya
aku tersenyum kecil penasaran pada Taman Sari-nya
rasanya ingin sekali lari dan memeluk hangatnya Jogja

di antara lirih, hati ini tersenyum
Jogja begitu misteri
ia bagai angin, datang dan pergi dalam benak ini
begitu sampai, wanginya tercium sampai bikin pusing

dan kala malam itu, hingga kini
aku hanya bisa melihat telapak tanganku
yg pernah menyentuh malam dan siang milik Jogja.
ya..
aku masih ingat,
saat andong membawaku berkeliling Jogja yg tak pernah sepi...

Jakarta, 2012.

Benteng Vredeburg, Yogyakarta (09/04/11)