sebenernya, tinggal di Jogja itu bisa dibilang harapan besar, tetapi bisa juga salah satu harapan dari sekian banyak harapan dan impian yg gue daftar. tinggal di Jogja, salah satu impian buat gue. entah sejak kapan gue mulai jatuh cinta sama Jogja dan berusaha untuk memilikinya.
siapa, sih, yg gak kenal sama Jogja? banyak orang yg sudah berkunjung ke sana. bahkan sebagian besar teman-teman gue sudah pernah ke sana dalam berbagai tujuan. ada yang pernah ke sana untuk liburan, mencari referensi untuk skripsi, atau memang mudiknya ke sana. sementara gue, gue pernah ke Jogja tahun 2011 dan itu hanya sekali-sekalinya. waktunya juga singkat. gak lebih dari 1 hari. capek di jalan tapi liburannya belum berasa.
ada rasa penasaran yg gak biasa terhadap Jogja, makanya kenapa gue pengen balik lagi ke sana tapi nggak pernah bisa. alasannya banyak faktor. dari gak ada modal, sampai gak ada izin. mungkin ketidakberhasilan gue mencapai Jogja untuk kesekian kalinya inilah yg membuat gue berpikir gue pengen tinggal di Jogja suatu hari.
mungkin bisa saja. meskipun gue belum pernah tinggal jauh dari orang tua. dari kecil hingga sekarang umur 22 tahun, gue tinggal sama orang tua dan 1 adik laki-laki. semuanya serba ada. dan gue cukup penasaran juga gimana rasanya tinggal jauh dari orang tua, meskipun kebanyak orang bilang suasana itu gak enak. karena rumah memang tempat terbaik untuk pulang.
entahlah... gue tetep pengen bisa tinggal di Jogja kalau ada kesempatan suatu hari nanti. entah itu hanya sementara atau menetap. gue bisa kerja di Jogja karena di sana ada beberapa penerbit yang gue tahu: Bentang Pustaka dan Stilleto Book. dua-duanya penerbit kece dan (mungkin) gue bisa magang atau kerja di sana. seperti cita-cita gue yg lain, gue pengen kerja di sebuah perusahaan penerbitan bagian proof reader atau editor.
selain itu, Jogja buat gue adalah surganya kerajinan tangan. suplier produk bahan-bahan mentah kerajinan tangan flanel dsb (langganan gue) juga ada di Jogja. dan harganya murah-murah. mungkin, gue gak akan takut kehabisan barang-barang mentah dlm waktu yg lama. gue juga gak perlu membelinya via online dan menunggu barang datang agak lama. jalan kaki ke pasar Beringharjo juga nyampe. mau cari apa aja, di sana juga ada. yaa... mungkin di Jakarta juga ada, tapi harganya mahal :(
yang terakhir, ini alasan yang belum kuat sih... gue pengen tinggal di Jogja karena rencananya pacar mau S2 di UGM. hahaha. gue paling nggak bisa LDR. dari pada LDR, lebih baik gue juga usaha cari kerja di daerah Jogja. siapa tahu bisa dan hubungan sama pacar gak perlu berjarak huehehehe :p
nulis begini, bayangan gue tentang Jogja jadi ke mana-mana. langsung kebayang ramahnya Malioboro, belum sempatnya ketemu sama Tugu Jogja, megahnya Stasiun Tugu, penasaran sama UGM, kangen main lagi ke alun-alun utara Kraton, dan lain-lain. teringat juga sama dua peta Jogja yang tertempel di kamar. mereka siap nemenin gue kapan aja gue mau berangkat ke sana :)
SEMANGAT!
29 Oktober 2013
28 Oktober 2013
Dongeng: Nawangsih dan Rinangku
Suasana
pesantren sedang tegang. Aku sadar, Ayah sedang berususah payah mengembalikan
semua keadaan seperti semula. Aku juga tahu, Ayah sedang berusaha mencari bukti
bahwa yang terdengar dan digunjingkan akhir-akhir ini adalah salah.
Di
pesantren, tiada hari tanpa aku melihat banyak santri membicarakan tentang
fitnah yang disebarkan Cabolek. Pria itu telah berhasil membuat Rinangku masuk
dalam perangkapnya. Kini Ayah semakin diuji kebijaksanaannya sebagai pemimpin
di pondok pesantren. Semua ini terjadi hanya karena Cabolek iri hati pada
Rinangku.
Sudah
sejak lama aku tahu jika Ayah sedang mencari seorang menantu untuk dijodohkan
denganku. Dalam hal ini, sebagai seorang guru di pondok pesantren, Ayah pun
tidak sembarangan memilih calon suami untukku. Ayah mulai memperhatikan para
santri di pondok pesantren, terutama para santri yang pandai-pandai. Kelak,
Ayah ingin memiliki seorang menantu yang dapat dipercaya tanggung jawabnya
terhadap keluarga.
Hingga
akhirnya Ayah seakan telah menentukan pilihan. Tak kusangka Ayah merasa simpati
pada salah seorang santri yang bernama Cabolek. Sungguh aku terkejut mengetahui
hal itu. Tak pernah kubayangkan, aku akan mengabdi seumur hidupku pada pria
bertubuh cebol itu. Sudah cebol, wajahnya pun tak tampan. Itulah mengapa
orang-orang memanggilnya Cebolek.
“Anakku,
sebagai seorang ayah, sudah tanggung jawabku mencarikanmu calon pendamping
hidup yang kelak dapat dipercaya dan bertanggung jawab kepada keluarga. Telah
kuputuskan, Cebolek memang pria yang pantas untukmu, Nak,” begitulah kata-kata
Ayah begitu aku dipanggil untuk berbicara empat mata dengannya.
Kuberanikan
diri membuka suara. “Maafkan aku jika aku lancang, Ayah. Aku berterima kasih
karena Ayah mau repot-repot mencarikanku calon suami, tapi… sungguh aku belum
ingin menikah. Apalagi dengan pria pilihan Ayah saat ini,” kusadari suaraku
bergetar. Seumur hidupku, aku belum pernah membantah Ayah.
“Jangan
terburu-buru, Nawangsih, Anakku,” Ayah menyentuh bahuku seakan memberi
kekuatan. “Kau bisa melakukan pendekatan dulu dengan Cebolek. Sering-seringlah
bicara dengannya, maka kau akan tahu tentangnya lebih jauh dan dalam lagi.
Hanya dia yang kupercaya dapat mendampingimu dibanding santri yang lain,”
Aku
terdiam tak menjawab perkataan Ayah. Aku mengigit bibir bawahku menahan
kekesalan di dalam hatiku. Sungguh aku tak mengerti mengapa Ayah dengan begitu
mudahnya bersimpati kepada Cebolek. Sejak saat itu, kuperhatikan Cebolek mulai
mendekatiku lebih gencar. Sebisa mungkin aku terus menghindarinya. Rupanya,
Cebolek tidak mudah menyerah. Kudengar dari para santri yang lain, Cebolek
terlanjur menaruh hati padaku. Tuhan, jangan persulit aku pada keadaan ini.
Sejenak
aku berpikir, Tuhan mendengar rintihan doaku. Hingga Tuhan kirimkan seorang
pemuda ke pondok pesantren Ayah. Ia bernama Rinangku, putra dari Ki Pangandaran
yang kutahu sangat berkuasa di daerah Semarang lewat cerita Ayah. Sebagai
pemimpin pondok pesantren, Ayah menyambut kedatangan Rinangku. Ia pemuda tampan
dan memikat hati. Pertama kali aku melihatnya, aku merasakan ada sesuatu yang
membuatku ingin mengetahui lebih banyak tentang putra Ki Pangandaran itu.
Di
suatu hari, aku dan Rinangku bertemu pandang. Kudapati ia memberi salam hormat padaku.
Tingkah sopannya membuatku semakin jatuh hati padanya.
“Bolehkan
hamba bertanya pada Tuan Putri?” tanya Rinangku.
“Dengan
senang hati, aku akan menjawabnya,” jawabku.
“Benarkah
engkau wahai putri nan cantik jelita adalah Nawangsih, putri dari Sunan Muria,
pemimpin dari pondok pesantren ini?”
“Betul,
Pangeran. Aku adalah Nawangsih, anak Sunan Muria. Jika boleh aku meminta, cukuplah
engkau memanggilku dengan nama Nawangsih,”
Lagi-lagi
kudapati Rinangku agak membungkuk menghormatiku. “Baiklah jika engkau meminta,
Tuan Putri,”
“Cukup
Nawangsih, Rinangku,” sekali lagi, kutatap Rinangku yang juga menatapku.
Setelah itu, dengan segera aku pergi dari hadapannya. Aku tidak ingin terlalu
lama bertatapan dengannya. Sebab aku tak kuat menahan pesona kharismanya.
Tetapi
tak kusangka, pertemuanku yang singkat itu diketahui oleh Cebolek. Api cemburu
telah membakar hatinya. Kecemburuan itu membuatnya tak dapat berpikir jernih.
Ia menghalalkan segala cara untuk mencelakakan Rinangku. Pada suatu hari di
kerusuhan perampok, Cebolek dengan kepandaiannya mengambil hati Ayah agar Ayah
menyuruh Rinangku menangkap perampok-perampok itu. Ayah pun menanggapi saran
Cebolek dengan kewajaran. Sudah sepantasnya sebagai santri di pondok pesantren,
Rinangku diuji kepandaiannya. Di balik itu semua, Cebolek justru menginginkan
Rinangku mati di tangan perampok-perampok. Tapi kenyataan berkata lain,
Rinangku justru berhasil menangkap perampok-perampok itu dan membawanya ke
pondok pesantren. Bahkan perampok-perampok itu ingin bertobat dan berguru
kepada Ayah. Mengetahui hal itu, Cebolek semakin tersisihkan dan dendam pada
Rinangku.
Dendam
Cebolek berlanjut. Ia menyebarkan fitnah tentang Rinangku yang diam-diam
memasuki kamarku yang jelas-jelas melanggar kesopanan dan adat sebagai santri. Aku
tahu Cebolek telah merencanakan ini semua. Ia menjebak kami. Malangnya, Ayah
tidak percaya jika Cebolek pelaku dari semua ini. Hingga akhirnya Ayah
menghukum Rinangku untuk menjaga burung-burung yang memakan padi di sawah Ayah.
Sejak itu kami terpisah.
“Kuperintahkan
engkau untuk menjaga burung-burung yang memakan padi di sawah Dukuh Masih.
Janganlah engkau kembali sebelum aku sendiri yang memanggilmu,” perintah Ayah
pada Rinangku. Aku menyaksikan perintah itu. Ada Cebolek juga di sana dengan
senyum kemenangannya.
Kutatap
Rinangku yang dengan mantap menuruti perintah Ayah. Ia segera meninggalkan
pondok pesantren, terlebih lagi meninggalkanku. Aku tak mampu mencegahnya,
sekalipun untuk mengucapkan salam perpisahan. Ayah yang terlanjur terhasut,
melarangku untuk berhubungan dengan Rinangku. Hal ini membuatku semakin
tersudut. Sejak awal, aku tahu bahwa Cebolek tidak benar-benar baik untukku.
Tidakkah Ayah menyadari itu?
“Tenanglah,
Anakku. Aku yakin Rinangku tidak benar-benar melakukan hal buruk itu. Bersabarlah,
aku akan mencari tahu kebenarannya,” kata Ayah.
“Ayah
percaya padaku bahwa Rinangku tidak bersalah? Rinangku hanya difitnah, Ayah.
Mungkin ada seseorang yang tidak menyukainya,” tuturku setengah menangis pada
Ayah.
“Bersabarlah,”
pesan Ayah.
Aku
akan bersabar, Ayah. Kusadari kau begitu bersusah payah mencari tahu kebenaran
ini. Kau yakin bahwa Rinangku memang tidak bersalah. Dan aku yakin bahwa kau
adalah pemimpin yang bijaksana.
Ketegangan
demi ketegangan pun terus kuhadapi. Tuduhan-tuduhan pada Rinangku terus
kuterima dengan besar hati. Aku bersabar hingga akhirnya Ayah berhasil
menemukan jawabannya bahwa Rinangku tidak bersalah. Segeralah Ayah, aku, dan
para santri mendatangi Rinangku hendak mengajak pulang.
Kulihat
gubuk yang menjadi tempat Rinangku tinggal selama di sawah. Kudapati ia sedang
duduk di depan gubuk menghadap sawah. Ingin sekali aku berlari dan mengatakan
padanya bahwa Ayah telah percaya dirinya tidak bersalah, dan aku sangat
merindukan wajah tampannya.
Akan
tetapi, raut wajah Ayah berubah begitu sampai di depan gubuk. Hal itu membuat
khayalan indahku pun buyar.
“Ayah,
ada apa?” tanyaku lembut.
Ayah
tak menjawab. Dengan menahan amarah, ia bertanya pada Rinangku. “Hei Rinangku,
mengapa tak kau usir burung-burung itu? Jika burung-burung terus memakan
padiku, padiku tidak akan bisa dipanen,”
Dengan
hormat dan santun, Rinangku menjawab, “Bapak Guru, di manakah kesalahanku yang
mendengar perintahmu untuk menjaga burung-burung yang memakan padi? Jika semua
ini rusak, izinkan aku memperbaikinya,” dalam sekejap, padi-padi itu pulih
kembali dan siap panen.
“Lancang
kau, Rinangku. Aku tahu kau hebat, tapi tidaklah kau pantas berpamer dihadapan
gurumu ini!” marah Ayah.
“Ayah,
sudah, Ayah,” aku memohon pada Ayah yang tersinggung hatinya melihat niat baik
Rinangku. Bagi Ayah, tidaklah pantas seorang murid menunjukkan keahliannya
tanpa diminta atau pamer di hadapan gurunya.
“Diam
kau, Nawangsih. Aku sungguh kecewa padanya!” bentak Ayah.
“Ayah,
aku mohon, Ayah. Sungguh tentu bukan maksud Rinangku menghina Ayah dengan apa
yang dilakukannya,” aku menangis sambil memohon. Aku terlanjur mengharapkan ada
akhir yang indah setelah Ayah menjemput Rinangku, bukan akhir yang justru akan
sangat dinikmati oleh Cebolek.
“Aku
tidak terima, Rinangku. Sekarang, rasakan kerisku ini!”
“Jangan,
Ayah….!” Aku berlari ke arah Rinangku dan memeluknya. Bersamaan dengan keris
Ayah yang hendak Ayah hujamkan ke dada Rinangku, justru tertancap ke
punggungku.
“Nawangsih!”
kudengar teriakan Ayah bersamaan dengan Rinangku. Mereka sama-sama terkejut.
Kurasakan
sakit yang amat sangat di punggungku. Tak kuasa aku menahannya. Dalam pelukan
Rinangku, aku menatapnya. Dan melihat wajah Ayah yang menatap kosong ke arahku.
“Ayah…”
rintihku.
“Anakku…”
kulihat Ayah menitikkan air matanya. “Anakku… mengapa harus dirimu…?”
“Maafkan
aku, Ayah… Tolong, jangan sakiti Rinangku, Ayah tahu Rinangku tidak bersalah…
Ayah tahu bukan Rinangku dalang dari semua ini…” ucapku terbata-bata. Darah
keluar dari mulutku. Kurasakan kehangatan yang Rinangku hantarkan lewat
genggaman tangannya. Kutatap wajahnya lekat. Mungkin bisa menjadi sebuah
kehangatan dalam kepergianku.
“Mengapa
kau lakukan ini, Nawangsih? Harusnya aku yang mati… Jangan tinggalkan aku,
Nawangsih…” itulah kata-kata Rinangku yang terakhir kali kudengar. Setelah itu,
semuanya gelap. Aku tak mendengar apa-apa lagi. Semoga di kehidupan
selanjutnya, aku dan Rinangku akan bertemu lagi.
------------------------------------------
Depok, 20 Oktober 2013
Digubah dari cerita dongeng Kudus berjudul Kisah Cinta Nawangsih dan Rinangku sebagai tugas kuliah Penulisan Populer di FIB UI.
Kantin Sastra
Matahari
cukup terik ketika kulirik jarum jam menunjukkan pukul satu siang. Kuputuskan
untuk membelokkan langah kakiku menuju kantin. Orang-orang menyebutnya Kansas,
singkatan dari Kantin Sastra.
Kansas
sudah berdiri sejak aku kuliah di Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya. Bahkan,
sudah berdiri jauh sebelum aku diterima menjadi mahasiswa UI. Pertama kali aku
melihat Kansas, bentuknya hampir mirip seperti gubuk. Tak kusangka ada juga
banyak dosen yang menyebut Kansas seperti kandang sapi. Dari luar, Kansas
memang terlihat menyedihkan dan kurang meyakinkan. Tetapi, bagi sebagian orang
yang betah di sana, mereka menganggap Kansas sebagai rumah kedua mereka.
Kini,
aku terduduk di salah satu kursi kosong ditemani dengan segelas Capucinno yang
baru saja kubeli. Sekilas, Kansas yang sekarang jauh berbeda dengan Kansas tiga
tahun yang lalu. Atap Kansas tidak lagi terbuat dari jerami, kondisinya jauh
lebih baik sekarang. Kursi-kursi dan mejanya tidak lagi berwarna
merah-kuning-hijau-biru, semuanya berwarna putih. Sekarang siapa saja bisa
duduk di mana saja. Tidak seperti dulu, setiap jurusan memiliki wilayahnya
sendiri sesuai dengan warna kursi.
“Aku
tunggu di Kansas,” kukirim sebuah pesan singkat ke nomor ponsel sahabatku. Aku
janjian dengan sahabatku di kampus. Sepertinya ia masih les bahasa Jepang di
LBI. Kuputuskan untuk menunggu.
Capucinnoku
mulai berkurang sedikit demi sedikit. Hawa Kansas sangat panas jika siang-siang
seperti ini. Tapi anehnya, banyak orang yang betah makan siang sambil
kipas-kipas atau sibuk mengelap keringat yang terus mengalir. Dua kipas angin
yang terpasang di atap Kansas semakin tidak berguna. Buang-buang listrik.
Kansas
terlihat lebih sepi pada hari Sabtu dibandingkan hari kuliah seperti hari Senin
hingga Jumat. Pada kelima hari itu, kursi Kansas jauh lebih penuh diduduki.
Bahkan terbilang sangat padat. Semua orang menuju satu titik untuk menyumpal
caing-cacing di perut mereka sedangkan waktu yang mereka punya untuk makan
siang tidak banyak. Tidak ada jalan lain, hanya Kansas tempat makan yang paling
dekat dan terjangkau. Meskipun harus makan dalam kondisi terburu-buru, kursi
yang terbatas, banyak piring kotor di meja-meja yang baru saja ditinggalkan
oleh penghuni setia Kansas, dan puluhan lalat ikut meramaikan.
Tak
peduli hari ini hari apa, Kansas tetap panas dan berlalat. Beberapa kursi
kosong tak berpenghuni. Hanya ada sekitar 5 meja yang terisi oleh sekelompok
mahasiswa. Aku duduk di salah satu sisi Kansas yang menghadap ke arah taman
pohon Kamboja. Sekilas dari kejauhan, kursi dan meja Kansas memang dicat putih.
Jika dilihat lebih dekat, warnanya justru terbilang mendekati abu-abu. Coretan
di mana-mana. Bahkan ada juga gambar-gambar ilustrasi di sana.
Beberapa
mahasiswa berbondong-bondong mulai memasuki Kansas dari arah taman pohon
Kamboja. Sepertinya para peserta kelas LBI baru saja usai kelas. Kansas pun
mulai ramai. Di belakang saya, duduklah segerombol mahasiswi dengan obrolan
yang cukup mengasyikkan. Sebab suara mereka hampir mendominasi di Kansas.
Meskipun musik koplo dari warung satai di sudut sebelah kiri dari aku duduk,
masih jauh lebih keras berkumandang. Di hadapanku, ada beberapa pria-pria yang
duduk sendirian di meja yang berbeda. Mereka menyantap makan siang mereka
dengan tatapan kesepian, berharap ada seorang teman mengajaknya makan siang
sambil berbincang-bincang.
Tiba-tiba
suara cicit burung mengalihkan pandanganku. Sekelebat beberapa burung gereja
tampak mondar mandir terbang menyebrangi Kansas. Beberapa penjual makanan juga
seliweran ke sana kemari untuk mengantarkan pesanan. Di hari Sabtu begini, Mas
Roni, penjual ayam penyet yang paling terkenal di Kansas, masih sibuk
menyiapkan pesanan. Ayam penyetnya selalu laku. Tidak jauh dari warung Mas
Roni, terdapat dua orang pria sedang beradu kepintaran di atas papan catur.
Aku
semakin tidak tahan dengan hawa panas yang meyerangku. Juga para lalat yang
sejak tadi mampir mendarat di mejaku. Selain itu, kutatap pula seekor kucing
yang berhasil naik ke meja untuk menghabiskan sisa-sisa makanan dan beberapa
remahan di sekelilingnya. Kesal karena tak punya kipas, kukibas-kibaskan
tanganku demi mendapatkan sebuah angin. Tetapi hasilnya, nihil. Atap Kansas
yang mengerucut sepertinya tidak berfungsi dengan baik, udara yang masuk
seakan-akan terperangkap dan tidak bisa keluar.
Kuputuskan
untuk menghabiskan Capucinnoku yang tinggal sedikit. Sejak tadi aku
mencari-cari, tetapi sahabatku belum juga muncul di Kansas. Jangan-jangan pesan
singkatku tadi belum dibacanya dan ia meninggalkanku di sini. Baru saja aku
akan menelponnya, ia lebih dulu menghubungiku.
“Halo,
Ra,” serunya di seberang.
“Halo,
Ti, di mana? Masih kelas?” tanyaku tak sabar.
“Aku
baru baca SMS-mu. Maaf, Ra, aku lupa memberitahumu bahwa aku tidak ke kampus
hari ini. Lesku libur dan sekarang aku masih di kosan, baru bangun.”
Kudengar
tawa renyah cekikikan di seberang sana. Geram sekali rasanya dibiarkan menunggu
di tengah hawa panas seperti ini dan tidak menghasilkan apa-apa. Tanpa membalas
ucapan sahabatku tadi, aku langsung memutus telepon.
“Awas
saja kamu, akan aku guyur kamu nanti setibanya aku di kosanmu!” ancamku dalam
hati. Segeralah dengan kesal, aku bergegas menuju kosan sahabatku.
-------------------------------
Depok, 29 September 2013
Ditulis dalam rangka tugas mata kuliah Penulisan Populer di FIB UI mengenai Deskripsi Tempat
Ruang 9303
Sejujurnya,
aku tidak suka dingin. Seperti saat ini, aku duduk di kursi kelas tepat di
bawah pendingin ruangan dengan suhu sekitar 25 hingga 24 derajat celcius. Bagi
orang lain, mungkin suhu itu tidak terlalu dingin. Akan tetapi, duduk di bawah
pendingin ruangan seperti ini bukan hal yang bagus bagiku.
Beberapa
kali kulirik jam tangan di tangan kiriku. Detaknya belum beranjak melewati
angka 1. Kualihkan tatapanku ke arah depan. Pak Sunu masih betah dengan
posisinya, bersandar di pinggiran meja, berceramah memberikan perkuliahan.
Sesekali beliau menyisipkan lelucon-lelucon untuk mencairkan suasana kelas agar
tidak membosankan. Penampilan beliau tidak jauh berbeda dengan minggu lalu,
masih setia dengan setelan kemeja garis-garis dan bercelana longgar. Kali ini,
celananya berwarna hijau army. Rambutnya sedikit beruban dan beliau terbilang
santai dalam mengajar.
Di
tengah perkuliahan yang mulai membuatku gelisah akan tanda tanya kapan jarum
jam berpindah ke angka 1, kulihat Pak Sunu masih semangat bercerita tantang
dunia sastra dan tulis menulis. Sesekali beliau menyeruput air mineral di atas
meja, pasti tenggorakan beliau kering juga bicara panjang lebar selama hampir
dua jam. Meja pengajar diisi oleh buku-buku yang dibawa oleh Pak Sunu. Sangat
mengherankan, saat masuk kelas tadi, beliau menggendong ransel yang hampir
mirip tas orang naik gunung. Akan tetapi, tangannya masih sibuk membawa
buku-buku berhalaman sekitar 100-150 halaman. Mungkin beliau akan terlihat
lebih baik jika membawa para jendela dunia itu dengan tangannya sendiri, bukan
disimpan di dalam ransel.
Kudengar
tawa membahana memenuhi atsmorfer ruang 9303. Rupanya aku ketinggalan
kalimat-kalimat lucu mengundang tawa yang diucapkan Pak Sunu. Kutengok ke
barisan kursi di sisi kiri dari tempat kududuk. Kursi nyaris terisi penuh oleh
mahasiswa-mahasiswa tingkat akhir. Beberapa di antaranya adalah teman satu
jurusanku. Beberapa lainnya, ada yang kukenal dan asing di mataku. Salah
satunya di pojok belakang, aku kenal siapa yang duduk di sana. Namanya Tito,
mahasiswa jurusan Ilmu Sejarah yang pernah satu kelas di kelas MPKT saat
semester satu. Tak terasa sudah tiga tahun masa itu berlalu. Tito juga pasti
lupa bahkan sama sekali tidak tahu siapa aku. Baru kusadari, hampir semua kursi
di deretan baris belakang terisi oleh pria-pria bersuara besar.
Sebetulanya,
perkuliahan ini tidaklah membosankan. Aku sangat menantikan kelas Penulisan
Populer dibuka di setiap semester. Aku cinta menulis, apalagi kisah cinta.
Hanya saja, ruang kelasnya yang tidak menyenangkan. Selain karena pendingin
ruangannya, juga karena kelas ini berada di lantai 3. Satu lagi, aku benci
terlambat sampai di kelas. Kebencianku akan semakin bertambah jika sudah terlambat,
aku harus berlari menaiki tangga ke lantai tiga. Betapa semangatnya menjadi
mahasiswa, bukan? Seandainya aku boleh mengganti cat tembok kelas yang berwarna
kuning kusam ini dengan warna biru muda atau hijau muda, agaknya lebih
menyenangkan dan memberikan efek segar dalam berkuliah. Ah sialnya, kondisi
langit-langit di bagian sudut depan ruang kelas memperburuk kenyamanan belajar
di sini. Warnanya bukan lagi putih bersih, tetapi coklat bergaris-garis. Warna
itu pasti ditimbulkan oleh rembesan air hujan yang masuk lewat atap yang bocor.
Akan sangat bahaya jika kondisi itu dibiarkan saat hujan. Sebab di dinding yang
sejajar dengan atap rusak itu, terdapat kabel-kabel panjang dan berantakan.
Pak
Sunu jarang menggunakan LCD saat berkuliah. Tetapi hari ini, ia juga belum
menggunakan spidol untuk membagi ilmunya di papan tulis. Papan berukuran hampir
tiga per empat dinding masih putih bersih. Penghapus papan tulis pun masih
tenang bersandar di tempatnya. Pintu kelas beberapa kali dibuka dan ditutup
oleh Pak Sunu untuk mencontohkan sebuah cerpen yang beliau bacakan. Sungguh,
kuliah di kelas ini haruslah ekspresif. Itu menurutku. 23 orang mahasiswa
tampak serius mengamati setiap pergerakan yang dicontohkan beliau. Di sebelah
kananku, seorang mahasiswa beberapa kali mengadu bahwa ia mengantuk. Sementara
yang di sebelah kiriku, sibuk bolak-balik bertanya jam berapa sekarang.
Menurutku, kelas ini asyik dan menyenangkan, mengapa kedua mahasiswa di kedua
sisiku merasa kuliah ini membosankan bagi mereka.
Jika
dipikir-pikir lagi, memang akan sangat membosankan bagi yang tidak suka
menulis. Tidak ada salahnya jika aku melihat jam untuk mengecek apakah kelas
ini sudah seharusnya selesai atau belum. Lagi-lagi, ruang ini bahkan tidak
memiliki jam dinding. Di dinding, justru hanya ada 2 lembar kertas berukuran A4
ditempel di sebelah kiri papan tulis. Satu lembar berisi tentang larangan
mengaktifkan ponsel dan satunya lagi berisi tentang larangan plagiarisme.
“Kumpulkan
tugas hari Jumat, hari Senin akan kita bahas di kelas. Selamat siang dan terima
kasih.”
Suara
Pak Sunu cukup menyadarkanku dari lamunan. Rupanya kelas telah diakhiri dengan
tugas yang harus dikumpulkan hari Jumat. Minggu depan, tugas itu akan dibahas
bersama-sama di kelas. Oh, aku sangat menantikan menit-menit untuk mengerjakan
tugas itu di rumah sesegera mungkin. Minggu depan, semoga yang kukerjakan tidak
mengecewakan Pak Sunu saat membacanya.
---------------------------------------------
Depok, 19 September 2013
Ditulis dalam rangka tugas pertama mata kuliah Penulisan Populer di FIB UI mengenai Deskripsi Ruang.
24 Oktober 2013
Craft!
Hai, long time no see!
Siang ini gue mau cerita dong. Baru saja gue lihat-lihat blog para crafter Indonesia. Hmm, seneng rasanya mampir ke sana dan lihat-lihat hasil karyanya. Bagus, cantik, lucu, imut, manis, dan masih banyak lagi. Dari kreasi boneka, bentuk-bentuk makanan, binatang, dan lain-lain. Rasanya ngiri deh sama mereka yang bisa fokus meluangkan waktunya untuk menjahit dan crafting :'(
Gue sebagai crafter yang masih terbilang pemula, cukup banyak belajar dari hasil browsing di internet. Lihat-lihat model bentuk yang lucu-lucu. Dari bikin karya yang sama "plek" persis di blog crafter terdahulu, hingga yang betul-betul gue buat sendiri.
Salah satu produk andalan gue yang betul-betul gue buat sendiri idenya, tutorialnya, hingga kreasinya ya cuma mawar flanel yang gue jualin di wawawisky flanel saat ini. gue merasa bangga sebetulnya bisa menghasilkan produk itu dengan ilmu yang gue temukan sendiri. *halah, macam profesor aja gue ngomong begitu*
Terkadang, pengen banget punya waktu banyak untuk crafting. gue pernah mengkhayal suatu hari bisa punya kantor atau ruangan khusus untuk crafting. di mana di tempat itu, gue bisa menjahit dan berkreasi kapan aja tanpa harus diganggu banyak orang. nanti dekorasi ruangannya gue juga yang buat. ada rak khusus flanel, rak khusus material seperti benang-jarum-payet-dll, ada rak khusus pita, dan masih banyak lagi. huaaaaah terus hasil karya gue dari mawar, gantungan kunci, dan boneka bisa dipajang di sana. Senangnya... :3
Kapan ya bisa mewujudkan semua itu?
Selain berkreasi dengan flanel, kegiatan craft yang laun yg gue suka itu scrapbooking, making a card, wrapping a gift, dan lain-lain. Bahagia rasanya kalau suatu hari itu semua bisa dijadikan bisnis :D :D
Jadi gue kerjanya sesuai dengan hobi. Tapi, apa boleh?
Semoga Tuhan selalu bersama gue aja deh kalo gitu. Amin :")
Siang ini gue mau cerita dong. Baru saja gue lihat-lihat blog para crafter Indonesia. Hmm, seneng rasanya mampir ke sana dan lihat-lihat hasil karyanya. Bagus, cantik, lucu, imut, manis, dan masih banyak lagi. Dari kreasi boneka, bentuk-bentuk makanan, binatang, dan lain-lain. Rasanya ngiri deh sama mereka yang bisa fokus meluangkan waktunya untuk menjahit dan crafting :'(
Gue sebagai crafter yang masih terbilang pemula, cukup banyak belajar dari hasil browsing di internet. Lihat-lihat model bentuk yang lucu-lucu. Dari bikin karya yang sama "plek" persis di blog crafter terdahulu, hingga yang betul-betul gue buat sendiri.
Salah satu produk andalan gue yang betul-betul gue buat sendiri idenya, tutorialnya, hingga kreasinya ya cuma mawar flanel yang gue jualin di wawawisky flanel saat ini. gue merasa bangga sebetulnya bisa menghasilkan produk itu dengan ilmu yang gue temukan sendiri. *halah, macam profesor aja gue ngomong begitu*
Terkadang, pengen banget punya waktu banyak untuk crafting. gue pernah mengkhayal suatu hari bisa punya kantor atau ruangan khusus untuk crafting. di mana di tempat itu, gue bisa menjahit dan berkreasi kapan aja tanpa harus diganggu banyak orang. nanti dekorasi ruangannya gue juga yang buat. ada rak khusus flanel, rak khusus material seperti benang-jarum-payet-dll, ada rak khusus pita, dan masih banyak lagi. huaaaaah terus hasil karya gue dari mawar, gantungan kunci, dan boneka bisa dipajang di sana. Senangnya... :3
Kapan ya bisa mewujudkan semua itu?
Selain berkreasi dengan flanel, kegiatan craft yang laun yg gue suka itu scrapbooking, making a card, wrapping a gift, dan lain-lain. Bahagia rasanya kalau suatu hari itu semua bisa dijadikan bisnis :D :D
Jadi gue kerjanya sesuai dengan hobi. Tapi, apa boleh?
Semoga Tuhan selalu bersama gue aja deh kalo gitu. Amin :")
18 Oktober 2013
26 September 2013
Casual of Me
Sepulang kekasih dari Sorong Papua, rindu kami terbayar dengan keindahan dan kedamaian suasana pantai Jakarta.
Memang sih tidak seindah pantai yg ada di Kuta atau Parangtritis. Setidaknya, kami punya kenangan manis yg tertinggal di atas jembatab panjang di pantai utara Ancol.
Maybe, suatu hari bisa ke pantai yg sebenarnya berdua. Maybe, pas pra wedding. Wahahaha xP
Memang sih tidak seindah pantai yg ada di Kuta atau Parangtritis. Setidaknya, kami punya kenangan manis yg tertinggal di atas jembatab panjang di pantai utara Ancol.
Maybe, suatu hari bisa ke pantai yg sebenarnya berdua. Maybe, pas pra wedding. Wahahaha xP
22 Agustus 2013
Sejarah? Dislike banget.
IRS sudah disetujui di saat gue lagi galau mau skripsi atau nggak. jika jumlah sks 144 sudah tercapai, apa boleh ikutan skripsi? baru pengen drop mata kuliah sejarah indonesia dan sejarah korea kontemporer, taunya IRS sudah disetujui. PA gue memang kelewat rajin.
biasanya kalau IRS sudah disetujui itu bawaannya bahagia. tapi sekarang, gue malah jadi ragu, apa gue sanggup menjalani 7 matakuliah di semester tahun terakhir ini. sementara tadi temen gue bilang, semester ini waktunya fokus cari skripsi. aduuuuh, tobat.. tobat.. gue pusing sekarang.
seandainya gue boleh nonskrip dan seandainya gue skripsi pun sudah ketemu topiknya apa. ck
gue cuma gak suka sejarah, tapi gue pengen sks gue 21 semester ini. tuh, gue jadi galau sendiri kan? sekarang kalau sudah begini, gue terus maju atau mundur? omaigat.... di sini kedewasaan gue diuji. *apa sih, gak ada hubungannya! *ada!!!!!!
pusing puisng pusing! ck
biasanya kalau IRS sudah disetujui itu bawaannya bahagia. tapi sekarang, gue malah jadi ragu, apa gue sanggup menjalani 7 matakuliah di semester tahun terakhir ini. sementara tadi temen gue bilang, semester ini waktunya fokus cari skripsi. aduuuuh, tobat.. tobat.. gue pusing sekarang.
seandainya gue boleh nonskrip dan seandainya gue skripsi pun sudah ketemu topiknya apa. ck
gue cuma gak suka sejarah, tapi gue pengen sks gue 21 semester ini. tuh, gue jadi galau sendiri kan? sekarang kalau sudah begini, gue terus maju atau mundur? omaigat.... di sini kedewasaan gue diuji. *apa sih, gak ada hubungannya! *ada!!!!!!
pusing puisng pusing! ck
13 Agustus 2013
Jodoh Pasti Bertemu - Afgan
Andai engkau tahu
Betapa ku mencinta
Selalu menjadikanmu
Isi dalam doaku
Ku tahu tak mudah
Menjadi yang kau pinta
Ku pasrahkan hatiku
Takdir kan menjawabnya
Jika aku bukan jalanmu
Ku berhenti mengharpkanmu
Jika aku memang tercipta untukmu
Ku kan memilikimu
Jodoh Pasti Bertemu
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
akhir-akhir ini lagi suka-sukanya sama lagu ini, seharian nyanyiin atau menggumamkan lagu ini. bahkan udah dowload lagunya di internet dan diputer berulang-ulang. ada apa sih sebenernya sama lagu ini? kok bisa segitu memikatnya ya? ckck. gue sampe bingung.
dari penyanyi, ya siapa sih yg gak kenal Afgan. banyak cewek tergila-gila sama dia bahkan gue pun pengen gitu bisa deket atau sekedar salaman sama doi. haha. apa banget. kayak ABG aja ya gue. malu dah sama umur :p
kalau Afgan udah nyanyi, lagunya pasti mellow. kalau nggak mellow, ya liriknya itu loh bikin semua cewek (yg suka sama dia) langsung terhanyut dan klepek-klepek. pertama kali gue tau Afgan jadi penyanyi juga dari lagu 'Terima Kasih Cinta'-nya yg masih keren kalo didengerin sampe detik ini. sumpah ya itu lagu udah bikin gue terpikat sejak pertama kali denger. gile beneeeer si Afgan ini.
kalau dari makna di balik lirik 'Jodoh Pasti Bertemu' ini... haduh, pengen no comment tapi bibir komat-kamit terus nyanyi ini lagu wkwk. hmm... betapa mencintanya si tokoh ini dengan pasangannya ya, sampai dia pasrah kalau jodoh pasti ketemu. itu intinya. ya memang sih... jodoh itu rahasia Tuhan yg gak akan pernah diketahui oleh manusia. bahkan yg udah menikah aja belum tentu pasti udah jodoh. makanya banyak yg cerai~ *miris*
salut buat Afgan, udah bikin gue terhanyut sama lagu ini sekaligus memberikan gue inspirasi dalam novel gue selanjutnya dan keberlangsungan kehidupan cinta gue. halah, apa bangeeettt wkwk
Betapa ku mencinta
Selalu menjadikanmu
Isi dalam doaku
Ku tahu tak mudah
Menjadi yang kau pinta
Ku pasrahkan hatiku
Takdir kan menjawabnya
Jika aku bukan jalanmu
Ku berhenti mengharpkanmu
Jika aku memang tercipta untukmu
Ku kan memilikimu
Jodoh Pasti Bertemu
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
akhir-akhir ini lagi suka-sukanya sama lagu ini, seharian nyanyiin atau menggumamkan lagu ini. bahkan udah dowload lagunya di internet dan diputer berulang-ulang. ada apa sih sebenernya sama lagu ini? kok bisa segitu memikatnya ya? ckck. gue sampe bingung.
dari penyanyi, ya siapa sih yg gak kenal Afgan. banyak cewek tergila-gila sama dia bahkan gue pun pengen gitu bisa deket atau sekedar salaman sama doi. haha. apa banget. kayak ABG aja ya gue. malu dah sama umur :p
kalau Afgan udah nyanyi, lagunya pasti mellow. kalau nggak mellow, ya liriknya itu loh bikin semua cewek (yg suka sama dia) langsung terhanyut dan klepek-klepek. pertama kali gue tau Afgan jadi penyanyi juga dari lagu 'Terima Kasih Cinta'-nya yg masih keren kalo didengerin sampe detik ini. sumpah ya itu lagu udah bikin gue terpikat sejak pertama kali denger. gile beneeeer si Afgan ini.
kalau dari makna di balik lirik 'Jodoh Pasti Bertemu' ini... haduh, pengen no comment tapi bibir komat-kamit terus nyanyi ini lagu wkwk. hmm... betapa mencintanya si tokoh ini dengan pasangannya ya, sampai dia pasrah kalau jodoh pasti ketemu. itu intinya. ya memang sih... jodoh itu rahasia Tuhan yg gak akan pernah diketahui oleh manusia. bahkan yg udah menikah aja belum tentu pasti udah jodoh. makanya banyak yg cerai~ *miris*
salut buat Afgan, udah bikin gue terhanyut sama lagu ini sekaligus memberikan gue inspirasi dalam novel gue selanjutnya dan keberlangsungan kehidupan cinta gue. halah, apa bangeeettt wkwk
1 Agustus 2013
katanya begini dan begitu :")
“yang penting
kamu bahagia :* love you too :* “
“dulu aku lihat
kamu biasa saja. eh kok makin ke sini aku melihat kamu makin cantik :D sekarang
kamu makin modis sejak sama aku. Aku nyaman-nyaman saja selama dandanannya jadi
anggun, manis, cantik, kalem, dsb :p I lop u”
“Selamat bulan
baru, selama 2 tahun 7 bulan yaaah :* semoga jalan masih panjang buat kita :* ”
“Aku seneng hari
ini sama kamu, makasih ya untuk tanggal satunya :* “
“Ah, kalo aku sih
setiap hari adalah pdkt bersamamu :* “
“Aku nggak ada
bosennya sama kamu masa :O “
“Aku pikir karena
kita punya tujuan yg sama, selain itu kita saling membutuhkan :)”
*******************************
Thirty First Months~
Nggak ada yg bisa nyangka kalau
kami mampu bertahan sejauh ini. Dulu membayangkan satu tahun pertama saja nggak
kepikiran, apalagi bisa sampai menginjak ke bulan ketigapuluh satu. Dikatakan amazing
juga nggak amazing-amazing amat sih, tapi buat kami, ini merupakan prestasi yg
luar biasa. Kami berdua sama-sama orang dengan tipikal yg nggak mampu pacaran
lama-lama saat sebelum akhirnya dipertemukan. Paling lama pacaran, saya hanya mampu
8 bulan saat SMP kelas 3 dulu. Sedangkan pacar saya, juga 8 bulan masa terlama
pacaran dengan mantan terakhirnya persis sebelum akhirnya ia bertemu dengan
saya. Mungkin Tuhan punya rencana lain :)
Thirty first months.. banyak
sekali pelajaran hidup yg kami temukan selama 31 bulan bersama: ke mana-mana
selalu berdua (kecuali toilet). Hampir setiap hari, kami menjalani rutinitas
berdua. Tempat tinggal saja yg masih beda dan kami berharap suatu hari tempat
tinggal kami bisa satu atap (amin).
Pelajaran hidup yg paling
menyentil kami dengan umur pacaran yg nggak sebentar ini, adalah sebuah
tanggung jawab. Terlalu banyak permainan yg kami lakukan di bulan-bulan
sebelumnya selama pacaran. Terlalu banyak menyepelekan. Betapa pentingnya sebuah
tanggung jawab saat ini bagi kami . Sebab tanggung jawab yg membuat kami
melangkah ke masa depan dengan lebih dewasa. Masih banyak yg harus kami
pikirkan dengan kacamata dewasa di kehidupan mendatang. Kami justru takut,
Tuhan memberikan tantangan yg lebih berat dari masa sekarang di kemudian hari
dan kami nggak mampu untuk menerima tantangan itu.
Mungkin, umur ketigapuluh satu
bulan ini merupakan awal yg baik untuk memulai semuanya dengan lebih dewasa,
lebih fresh, dan lebih semangat. Main-main boleh, tapi harus ingat aturan dan
batas. Kapan waktunya serius, kapan waktunya bersantai. Masih banyak yg harus
kami tanggung untuk akhirnya kami bisa sampai ke hari ‘itu’. Ya, dan kami harus
saling menguatkan, menyemangati, dan mengingatkan.
Persetan dengan segala macam
tuduhan dari mulut-mulut dan hati yg tidak bertanggung jawab karena telah
berprasangka buruk kepada kami. Itu urusan mereka. Biarlah mereka mengurus kami
dengan pikiran-pikiran mereka sendiri. Kami punya jalan kami sendiri dan mereka
hanya tau apa yg mereka lihat saja, tetapi mereka tidak berusaha untuk memahami
di balik semua yg mereka lihat. Setiap orang punya kehidupannya masing-masing,
termasuk kami. Terima kasih untuk para prasangka buruk yg dituduhkan pada kami.
Semua itu kami anggap sebagai suntikan semangat untuk menjalani hari-hari kami
lebih baik lagi. Maaf jika kami belum bisa berbalik mengurusi hidup kalian,
karena kami masih bebernah diri :)
Untuk yg terkasih, Rizky
Ramadhani.
Semangat yah untuk masa depan
kita yg lebih baik. Insya Allah, semua sudah ada jalannya. Kita pasti bisa
lebih dewasa dalam melangkah menuju masa depan. Semoga jalan masih akan panjang
untuk kita berdua :* #kecupmanis #pelukhangat
31 Juli 2013
Tips Agar Tidak Tertipu dan Ditipu di Online Shop
Hai, para pencinta online shop :)
Happy firts August! Wish your dream will be come true <3
Masih pagi loh saya posting di blog. Iseng-iseng soalnya nggak bisa tidur lagi habis saur dan sholat subuh tadi. Sharing tentang belanja online yuk? Sepertinya, semua orang juga sudah kenal ya apa itu belanja online. Kalau saya perhatikan, akhir-akhir ini Online Shop itu sedang gila-gilaan loh di dunia perbelanjaan. Kenapa? Karena praktis dan nggak bikin capek. Itu alasan simpelnya. Tapiiiii... Jangan salah loh. Nggak selamanya tuh kalau belanja online itu enak dan mudah. Banyak juga loh ternyata kasus penipuan yg terjadi saat kita belanja online dan hal itu bisa merugikan kita sebagai pembeli atau penjual. Kalau sudah urusan duit, memang sensitif yah :p
Saya pribadi juga punya pengalaman di dunia olshop sebagai pembeli sekaligus penjual. Suka dukanya memang banyak. Sebagai penjual, saya sering sekali ditipu oleh banyak customer yang 'katanya' mau order di saya. Tapi, setelah ditunggu-tunggu hingga masa transfer total biaya lewat dari waktu yg disepakati, orang itu nggak muncul-muncul lagi. Kalau bahasa trendnya itu 'hit and run'. Pernah juga dulu waktu awal-awal bantu pacar jualan kaos via online. Senang rasanya baru mulai jualan sudah ada yg order. Customernya juga temen sendiri waktu SMA. Waktu itu sistem jualan kami memang belum jelas, namanya juga masih belajar. Jadi siapa ada yg pesan, kami catat, baru keesokannya kami cek ketersediaan barang di toko, dan langsung beli langsung dengan modal uang kami pribadi. Semacam ditalangi dulu, nanti kalau dia sudah bayar ya uang kita kembali. Tapi sialnya, sudah order banyak, pas diajak ketemuan bahkan sampai ditawari untuk diantar ke rumahnya, teman saya itu nggak juga balas menghubungi. Hiks, sedih ya. Bahkan temen sendiri tega loooh -,-
Untuk menghindari adanya hal-hal merugikan seperti contoh di atas, yuk kita lebih berhati-hati lagi, Dear :) Sebagai pembeli maupun penjual. Setidaknya, ini cara yg saya lakukan selama berkecimpung di dunia olshop. Siapa tau mempermudah jalanmu dan membuka wawasanmu tentang tata cara belanja online. Yuk, mariiii~
Happy firts August! Wish your dream will be come true <3
Masih pagi loh saya posting di blog. Iseng-iseng soalnya nggak bisa tidur lagi habis saur dan sholat subuh tadi. Sharing tentang belanja online yuk? Sepertinya, semua orang juga sudah kenal ya apa itu belanja online. Kalau saya perhatikan, akhir-akhir ini Online Shop itu sedang gila-gilaan loh di dunia perbelanjaan. Kenapa? Karena praktis dan nggak bikin capek. Itu alasan simpelnya. Tapiiiii... Jangan salah loh. Nggak selamanya tuh kalau belanja online itu enak dan mudah. Banyak juga loh ternyata kasus penipuan yg terjadi saat kita belanja online dan hal itu bisa merugikan kita sebagai pembeli atau penjual. Kalau sudah urusan duit, memang sensitif yah :p
Saya pribadi juga punya pengalaman di dunia olshop sebagai pembeli sekaligus penjual. Suka dukanya memang banyak. Sebagai penjual, saya sering sekali ditipu oleh banyak customer yang 'katanya' mau order di saya. Tapi, setelah ditunggu-tunggu hingga masa transfer total biaya lewat dari waktu yg disepakati, orang itu nggak muncul-muncul lagi. Kalau bahasa trendnya itu 'hit and run'. Pernah juga dulu waktu awal-awal bantu pacar jualan kaos via online. Senang rasanya baru mulai jualan sudah ada yg order. Customernya juga temen sendiri waktu SMA. Waktu itu sistem jualan kami memang belum jelas, namanya juga masih belajar. Jadi siapa ada yg pesan, kami catat, baru keesokannya kami cek ketersediaan barang di toko, dan langsung beli langsung dengan modal uang kami pribadi. Semacam ditalangi dulu, nanti kalau dia sudah bayar ya uang kita kembali. Tapi sialnya, sudah order banyak, pas diajak ketemuan bahkan sampai ditawari untuk diantar ke rumahnya, teman saya itu nggak juga balas menghubungi. Hiks, sedih ya. Bahkan temen sendiri tega loooh -,-
Untuk menghindari adanya hal-hal merugikan seperti contoh di atas, yuk kita lebih berhati-hati lagi, Dear :) Sebagai pembeli maupun penjual. Setidaknya, ini cara yg saya lakukan selama berkecimpung di dunia olshop. Siapa tau mempermudah jalanmu dan membuka wawasanmu tentang tata cara belanja online. Yuk, mariiii~
Kamu sebagai Penjual
- Berikan deskripsi yg jelas apa yg kamu jual dan tawarkan. Misalnya, apa yang kamu jual, berapa harganya, adakah syarat dan ketentuan yg berlaku untuk beberapa produk, apakah produkmu termasuk barang handmade atau bukan, dan ketersediaan produkmu. Jangan lupa cantumkan nomor telepon atau kontak yg bisa dihubungi saat pembeli ingin order.
- Tanggapi pertanyaan costumer dengan baik. Yg satu ini memang susah-susah gampanng, Dear. Sebab tipikal setiap costumer itu beda-beda. Ada yg bawel, ada yg nggak banyak maunya. Saya sarankan, sering-seringlah menggunakan emoticon senyum dalam interaksimu dengan costumer di media apapun. Hal ini memantu banyak loh, karena secara tidak langsung, kita akan dianggap sebagai penjual yg ramah dan baik hati. Costumer manapun akan lebih suka dengan penjual yg ramah, murah senyum, nggak jutek, dan cepat tanggap.
- Peraturan dalam pembayaran harus jelas. Jangan pernah sekali-sekali meng-keep barang jika pembeli belum mentransfer/membayar DP total biaya yang harus dibayar. Jangan pernah ya, Dear... nanti kamu yg rugi kalau tau-tau pembelimu 'menghilang entah ke mana'. Ada baiknya, barang yang diorder baru bisa 'dibungkus' jika pembeli sudah transfer total biaya. Nah, jika dia bilang sudah mentransfer, jangan langsung percaya. Kalau bisa, mintalah bukti pembayarannya seperti struk transfer ATM atau slip setoran (jika transfer via teller). Manfaatkan juga media M-banking untuk mempermudahkanmu mengecek transferan yg masuk yah :)
- Sesekali berikan diskon. Costumer amat sangat suka dengan DISKON, Dear. Saya rasa semua orang suka dengan potongan harga, hehe. Sesekali berikan potongan harga jika sudah menghitung total biaya yang harus dibayar. Misalnya, total belanja plus ongkir Rp. 154.000. Nah, katakan pada pembeli bahwa ia cukup menstrasfer Rp. 150.000 saja. Lihat apa yg akan terjadi? Potongan Rp. 4000 saja bisa membuatnya bahagia sekali dan akan mengatakan bahwa kamu adalah penjual yg baiiiiiik sekali. Hahaha. Ternyata, potongan harga sekecil apapun dapat memberikan efek psikologis yg baik, Dear :D
- Usai mengirim barang orderan via paket, jangan lupa kirimkan nomor resi kepada pembeli. Agar ia percaya bahwa kamu telah mengirimkan pesanannya dengan baik dan ia bisa mengecek barangnya sudah sampai di mana, apakah masih jauh dari rumahnya atau sudah dekat. Setidaknya, itu akan mengurangi pekerjaanmu untuk mengecek-cek orderan yg sudah dikirim.
- Jangan lupa ucapkan terima kasih kepada pembeli, sekalipun kamu sebagai penjual. Hal ini akan membuat pembeli merasa derajatnya dinaikkan olehmu karena telah mampir dan belanja di toko onlinemu ;)
Kamu sebagai Pembeli
- Jangan mudah tergiur dengan harga murah yg ditawarkan oleh beberapa toko online. Belanja online memang susah-susah gampang, Dear. Kelebihannya, kamu bisa membeli apa saja tanpa harus membuang banyak tenaga dan biaya. Tapi kekurangannya, kamu tidak bisa menyentuh ataupun mengetahui kualitas barang yg akan kamu beli. Harga murah belum tentu kualitas baik. Tetapi harga mahal juga belum tentu barang 100% good looking. Terkadang, foto dengan barang yg sebenarnya tidak 100% sama persis. Jangan juga tertipu dengan efek yg ditampilkan di foto barang. Bisa saja itu editan. Nah, ada baiknya coba kamu bertanya sebelum membeli hingga kamu merasa yakin bahwa barang yg akan kamu order memang good quality.
- Bukan hanya pembeli yg nakal, terkadang banyak juga penjual yg nakal. Dear, kamu harus cari tau apakah olshop yg kamu incar ini 'trusted' atau tidak. Sudah banyak kasusnya mengenao barang pesanan yg tidak juga sampai ke rumah pembeli setelah total biaya berhasil ditransfer. Ini namanya penipuan :( Untuk mengantisipasi hal ini, coba cek dengan cermat seperti keterangan yg ada di olshop tsb, mungkin alamatnya jelas atau tidak, nomor telepon dan kontak yg bisa dihubungi, foto-foto yg ditampilkan, dan lain-lain. Biasanya, olshop yg 'serius' itu mencantumkan kata 'TRUSTED' di keterangan olshopnya (tapi tetap harus waspada), juga ada yg mengupload foto-foto hasil chat penjual dengan pembelinya (seperti melakukan transaksi maupun chat dari si pembeli yang mengatakan bahwa barang yg diorder sudah sampai, kualitas baik, dll). Jika sudah yakin dan masih penasaran, segera hubungi olshopnya yah :D
- Sebagai pembeli, kamu juga harus cerdas ya, Dear. Jangan lupa mengingatkan si penjual untuk meminta identitasmu agar barang yg kamu order sampai di rumahmu dengan selamat. Biasanya banyak juga penjual yg saking banyaknya kebanjiran orderan, sampai lupa menanyakan identitas pembelinya. Jangan lupa untuk mengingatkannya agar mengirim nomor resi jika paketmu sudah dikirim agar kamu lebih tenang. Dan jangan sekali-sekali kamu CANCEL jika sudah fix order. Sekalipun hanya online shop dan kamu tidak bertatap muka dengan penjual, tetap budayakan etika yg baik dalam menjalin hubungan antara penjual dan pembeli. Belanja apapun, di manapun, tetap ada batasan-batasan dan hukum-hukum yg berlaku, Dear :) Supaya sama-sama nyaman hehe
- Segeralah transfer total biaya yang sudah disepakati dan kirim bukti transfernya tanpa harus ditanya dulu sama penjualnya. Jika kamu ingin orderan cepat sampai, ya jangan memperlambat kerja si penjual untuk mengurus orderanmu. Intinya, jangan mau enak sendiri ya, Dear :)
- Dan terakhir, jangan lupa emoticon senyum dan ucapkan terima kasih :)
Semoga tips ini membantu ya, Dear. Terutama untuk kamu-kamu yg baru mulai belanja online. Jika ragu, coba sharing dengan teman atau saudaramu yg sudah terbiasa belanja online. Atau meminta bantuan kepada mereka untuk belanja atas nama mereka jika kamu masih ragu dan membutuhkan bantuan.
Intinya tetap waspada dan hati-hati ya, Dear. Jangan cepat terpancing dengan diskon atau harga murah, hehehe. Happy shopping ya, Dear :D
30 Juli 2013
Saya Orang Beruntung
mungkin, saya adalah orang yang beruntung di dunia ini. saya dilahirkan sebagai seorang wanita. saya punya kedua orangtua yang sangat menyayangi dan mengasihi saya. saya disekolahkan oleh mereka hingga kini duduk di bangku kuliah semester 7. sejak kecil saya dididik dengan baik. seperti bagaimana caranya menjalani hidup dengan tingkah laku yang baik, memahami betul apa itu sopan santun, menggunakan tangan kanan untuk menerima, tidak lupa untuk mengucapkan terima kasih kepada orang lain, selalu ramah dengan orang lain, berani memulai pembicaraan dengan orang yang belum dikenal, menanamkan adanya rasa kepercayaan diri, memegang prinsip kejujuran, dan masih banyak lagi. waktu kecil, mungkin saya belum mengerti. tapi seiring berjalannya waktu, saya baru menyadari bahwa semua didikan tersebut telah terekam dalam memori saya dan saya mengaplikasikannya selama saya hidup hingga kini. betapa berhasilnya mereka menjadi orang tua :)
saya juga beruntung dilahirkan menjadi seorang kakak perempuan, karena saya memiliki seorang adik laki-laki yang tubuhnya kini lebih besar dan lebih tinggi dari saya. hobinya main musik. gitar adalah jiwanya. saya nggak menyangka bahwa suatu hari akan memiliki adik yang jago dan akrab dengan alat musik. saya pasti akan menjadi kakak perempuan paling beruntung jika suatu hari adik saya menjadi gitaris terkenal, hehehe.
dalam hal percintaan, saya juga orang yang beruntung karena di umur kepala dua ini sudah punya pacar. bahkan takdir saya untuk punya pacar pun waktu itu di saat kondisi saya sedang tidak mengharapkan punya pacar, alias lagi ngarepin cowok lain yang samaaaaaaa sekali nggak nanggepin saya, hiks. ternyata di balik keterpurukan, Allah mencoba mengirimkan secuil kebahagiaan untuk saya lewat seorang cowok yang kini jadi pacar saya. awalnya, saya nggak yakin saya bisa menggantikan posisi cowok yg saya suka ini dengan pacar saya ini. karena melupakan tidak semudah membalikkan tangan. tapi Allah memang maha adil... Allah memberikan semua apa yg dulu saya harapkan dari cowok yg saya suka, tapi melalui pacar saya. kebaikannya, ketulusannya, membuat saya merasa beruntung memiliki kekasih sebaik dan se-apa-ada-nya dia. saya merasa beruntung bersamanya karena saya bisa mencintai dan memberi tanpa mengharapkan balasan. saya menjalani hubungan tanpa syarat dan hal-hal muluk. saya beruntung memiliki pacar yang mampu membuat saya tersenyum tanpa harus saya minta.. yang mampu diajak bicara dari hati ke hati, tau kapan harus bercanda dan serius, mengerti dan memahami kapan saya lagi badmood, dan alhamdulillah, semua itu berjalan hampir 2,5 tahun lamanya :) tanggal 1 Agustus nanti, hubungan kami berusia 2 tahun 7 bulan :)
saya mencintai pacar saya, melalui kelebihan dan kekurangannya, tanpa syarat.
bagaimana dengan karir dan cita-cita?
saya beruntung karena memiliki tangan yang kreatif. saya bisa menulis apa saja yg saya suka dan inginkan: novel, cerpen, puisi, sajak, status di jejaring sosial, hahaha. saya bisa berkreasi dengan tangan saya ini untuk membuat apa saja yang unyu-unyu: membuat scrapbook, membuat kartu ucapan handmade, mengumpulkan origami burung dan bintang, membuat kreasi dengan kain flanel, membungkus kado, averything :D dan yang sudah menghasilkan uang adalah saya punya toko online kerajinan tangan dari flanel, namanya wawawisky flanel :) produk yang paling diminati adalah mawar flanel :3 selain itu, saya juga beruntung memiliki tangan yang rajin menabung dan bisa memunculkan 'chemistry' dengan novel-novel romance yang good reads di toko buku.
saya beruntung menjadi orang yang unik, hahaha. seperti memiliki hobi merayakan ulang tahun: untuk diri sendiri maupun teman-teman dan orang terdekat.
kalau kamu, bagaimana? kamu juga pasti adalah salah satu orang yang beruntung yang sudah dilahirkan di dunia ini. kamu nggak percaya? coba diingat-ingat lagi dan cari tau hal-hal yang ada pada dirimu. percayalah, setiap orang pasti memiliki sisi keberuntungannya masing-masing. entah lewat kekurangan maupun kelebihannya. dan seperti pendapat teman saya, ia telah banyak melihat kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh teman-temannya. hal itu yang memotivasinya untuk menggali dan mencari tau apa kelebihan pada dirinya sendiri karena dia percaya suatu hari dirinya akan 'naik level' (cc: @Patrysz). gadis itu teman menulis saya, lho. semoga dalam waktu dekat, novel kami bisa terbit di pasaran :)
21 Juli 2013
Pastel Outfit Of The Day
Ini adalah pertama kalinya saya foto di Bengkel Bikun UI, salah satu tempat yg paling digemari para pencinta fotografi. Tempatnya memang eksotis. Lebih tepatnya... ada aura yg berbeda jika foto-foto di sini.
Selain Bikun tua yg terdapat di sini, ada pula 3 buah mobil tua yg entahlah sejak kapan sudah ada di situ. Mobil-mobil tua dan rongsok ini lah yg sering kali menjadi objek favorit para fotografer.
Hari itu saya dipotret oleh fotografer pribadi saya alias pacar saya sendiri di tengah cuaca yang sangat cerah, sekitar pukul 11 siang dan matahari tidak begitu menyengat menyinari bumi. meskipun akhirnya membuat pencahayaan untuk foto agak kurang bagus.
This my wedges on the day :D
Usai foto-foto, kita beralih ke Science Park, taman favorit di UI dengan pemandangan Perputakaan UI yg amat megah. Sambil beristirahat, sambil masih mengabadikan hari itu dengan kembali berfoto-foto :D
And, ini adalah peralatan perang saya yg sering saya bawa. Semuanya membuat make up saya terlihat lebih natural.
Peach long shirt by Lios Shop
Jeans and Mint Scraf by owner collection
Make up by Wardah & Sariayu Marthatilaar
Wedges by ST. Moritz
Location at Universitas Indonesia, Depok
Fotografer by Rizky Ramadhani
2 Juli 2013
Tigapuluh Bulanan
Saat gue nulis ini, sudah masuk tanggal 3 Juli. Hebatnya gue nulis ini di tablet, bukan di leptop. Haha niat banget.
Gak terasa udah 30 kali melewati tanggal 1 sejak Januari 2011. Gak nyangka aja bisa sejauh ini dan selama ini. Seawet ini main bareng sama cowok kece bernama Rizky Ramadhani. Sampe speechles waktu ucapin lewat SMS. Gak kebayang udah 2,5 tahun jadi kekasihnya dan mengasihinya.
Selama 30 bulan kita sama-sama: berangkat kuliah bareng, pulangnya juga bareng, kuliah bareng, ujian bareng, jalan-jalan bareng, makan di kantin bareng, liburan bareng, dan masih banyak lagi kegiatan dan aktivitas yg kami lakukan bareng. Dan... bisa dibayangkan kan sudah berapa banyak kenangam yg terukir secara sengaja maupun nggak selama 2,5 tahun ini. Wow.
Harapan gue setiap tanggal 1 tiba itu selalu sama dan belum berubah secara drastis. Gue selalu berharap semoga jalam gue sama dia akan terus dan masih panjang, semoga akan selalu ada tanggal 1 - tanggal 1 berikutnya. Dan gue selalu berharap semoga setiap gue bangun tidur, gue masih bisa baca SMS atau kirim SMS ucaoan selamat pagi seperti ritual selama ini. Itu saja cukup... bahagia itu sederhana kan? :)
Hingga sejauh ini, sedikit pun nggak pernah terlintas pikiran atau kata-kata untuk putus. Oh please.. semoga jauh dari kata-kata keramat itu.
Aku sayang kamu, Rizky :")
Gak terasa udah 30 kali melewati tanggal 1 sejak Januari 2011. Gak nyangka aja bisa sejauh ini dan selama ini. Seawet ini main bareng sama cowok kece bernama Rizky Ramadhani. Sampe speechles waktu ucapin lewat SMS. Gak kebayang udah 2,5 tahun jadi kekasihnya dan mengasihinya.
Selama 30 bulan kita sama-sama: berangkat kuliah bareng, pulangnya juga bareng, kuliah bareng, ujian bareng, jalan-jalan bareng, makan di kantin bareng, liburan bareng, dan masih banyak lagi kegiatan dan aktivitas yg kami lakukan bareng. Dan... bisa dibayangkan kan sudah berapa banyak kenangam yg terukir secara sengaja maupun nggak selama 2,5 tahun ini. Wow.
Harapan gue setiap tanggal 1 tiba itu selalu sama dan belum berubah secara drastis. Gue selalu berharap semoga jalam gue sama dia akan terus dan masih panjang, semoga akan selalu ada tanggal 1 - tanggal 1 berikutnya. Dan gue selalu berharap semoga setiap gue bangun tidur, gue masih bisa baca SMS atau kirim SMS ucaoan selamat pagi seperti ritual selama ini. Itu saja cukup... bahagia itu sederhana kan? :)
Hingga sejauh ini, sedikit pun nggak pernah terlintas pikiran atau kata-kata untuk putus. Oh please.. semoga jauh dari kata-kata keramat itu.
Aku sayang kamu, Rizky :")
25 Juni 2013
H-10 Jam
dan tiba juga hari selasa tanggal 25 juni 2013, hari di mana gue akan menjalani sebuah tantangan: pergi ke surabaya hanya berdua bareng ade gue, dan ini pertama kali buat gue.
tantangan men.
tantangannya udah banyak banget. gue pikir bokap bakal bisa nganter sampai depan kereta dan bantu untuk cari tempat duduk. sialnya, peraturan gambir udah berubah. jadi, mau gamau gue harus berjuang sendiri untuk cari kereta gue ada di mana, peron berapa, dan kursi gue ada di mana.
tantangan kedua adalah gue belum tau sama sekali daerah surabaya kalo pergi hanya berdua begini. terakhir kali ke sana yaaa sekitar 8 tahun lalu lah. nah, gue belum tau deh besok pagi apa yang akan terjadi. semoga nggak nyasar dan lancar-lancar saja semua perjalanan.
yg gue rasain sekarang itu... antara seneng dan deg-deg-an, antara gak nyangka dan kuatir, wah campur aduk lah pokoknya. yaaa pokoknya kalau gue ikutin saran dari bokap, insya Allah akan sampai di tujuan dengan selamat hehehe.
tunggu cerita gue selanjutnya ya! akan ada cerita seru apa lagi setelah postingan ini. bye!
tantangan men.
tantangannya udah banyak banget. gue pikir bokap bakal bisa nganter sampai depan kereta dan bantu untuk cari tempat duduk. sialnya, peraturan gambir udah berubah. jadi, mau gamau gue harus berjuang sendiri untuk cari kereta gue ada di mana, peron berapa, dan kursi gue ada di mana.
tantangan kedua adalah gue belum tau sama sekali daerah surabaya kalo pergi hanya berdua begini. terakhir kali ke sana yaaa sekitar 8 tahun lalu lah. nah, gue belum tau deh besok pagi apa yang akan terjadi. semoga nggak nyasar dan lancar-lancar saja semua perjalanan.
yg gue rasain sekarang itu... antara seneng dan deg-deg-an, antara gak nyangka dan kuatir, wah campur aduk lah pokoknya. yaaa pokoknya kalau gue ikutin saran dari bokap, insya Allah akan sampai di tujuan dengan selamat hehehe.
tunggu cerita gue selanjutnya ya! akan ada cerita seru apa lagi setelah postingan ini. bye!
24 Juni 2013
Obrolan Semalam
saya : yang, kalau besok aku meninggal, apa yang akan kamu sampaikan sama aku hari ini?
dia : aku gak bisa berkata-kata selain maaf.
saya : aku maafin kok :)
dia : aku gak bisa berkata-kata selain maaf.
saya : aku maafin kok :)
hbd for you.
yak, selamat ulang tahun atau happy birthday.
panjang umur, sehat selalu, dan semoga kebahagiaan selalu berlimpah kepadamu.
tetaplah menjadi manusia yg rendah hati dan bijaksana,
yg kelak dapat menjadi pemimpin dan contoh yg baik bagi ketiga adikmu.
maaf,
aku hanya bisa ngucapin lewat sini.
meskipun kamu nggak baca, yg penting gue udah ngucapin.
dan gue rasa, ada yg lebih berhak untuk menspesialkan hari ini untukmu seperti aku dulu.
dan,
semoga langgeng sama pacarmu.
panjang umur, sehat selalu, dan semoga kebahagiaan selalu berlimpah kepadamu.
tetaplah menjadi manusia yg rendah hati dan bijaksana,
yg kelak dapat menjadi pemimpin dan contoh yg baik bagi ketiga adikmu.
maaf,
aku hanya bisa ngucapin lewat sini.
meskipun kamu nggak baca, yg penting gue udah ngucapin.
dan gue rasa, ada yg lebih berhak untuk menspesialkan hari ini untukmu seperti aku dulu.
dan,
semoga langgeng sama pacarmu.
16 Juni 2013
Kirim Naskah ke Gradien
udah jam setengah 12 malam, ditambah pundak udah sakit banget karena seharian ini kerjanya OL dan makan, tapi belum juga beranjak istirahat dan tidur.
baru saja gue kirim naskah (lagi, untuk ke sekian kalinya) ke pernerbit gradien. ya Allah, aku berharap sekali semoga kali ini bisa tembus akuisisi. semoga ceritanya bisa diterima. semoga gak ditolak lagi.
terakhir kali kirim ke penerbit anak bawahan dari Bentang Pustaka yg inisialnya "N". tapi kecewa aja. kecewa bukan karena ditolak. kalau ditolak secara jelas sih, ya kecewa itu udah biasa. setidaknya ada kejelasan. tapi nggak sama sekali... email saja nggak ada tanggapan. padahal sudah twitteran sama adminnya, dijanjikan kalo email gue akan dibalasa/dikonfirmasi karena sudah mengirim naskah. tapi udah sebulan lebih meeeen. gak ada email balasan yg dikirim otomatis oleh email "N" yg katanya kalo ada email naskah masuk, pasti dikirimin email konfirmasi. tapi naskah gue nggak SAMA SEKALI.
akhirnya gue kesal. capek loh nunggu yg gak pasti. gue cabut naskah itu secara sepihak dan adminnya gak bales apa-apa. itukah yg namanya profesional???
huft banget.
semoga penerbit yg kali ini nggak mengecewakan.
minimal... itu tuh balasan email untuk mengkonfirmasi adanya email masuk dari gue. amin ya Allah~~~~~~
semoga bisa memberikan yg terbaik buat partner nulis gue, Patrisia Devitasari :))
someday, our dreams to be a writer will be come true, Tre!! :D
baru saja gue kirim naskah (lagi, untuk ke sekian kalinya) ke pernerbit gradien. ya Allah, aku berharap sekali semoga kali ini bisa tembus akuisisi. semoga ceritanya bisa diterima. semoga gak ditolak lagi.
terakhir kali kirim ke penerbit anak bawahan dari Bentang Pustaka yg inisialnya "N". tapi kecewa aja. kecewa bukan karena ditolak. kalau ditolak secara jelas sih, ya kecewa itu udah biasa. setidaknya ada kejelasan. tapi nggak sama sekali... email saja nggak ada tanggapan. padahal sudah twitteran sama adminnya, dijanjikan kalo email gue akan dibalasa/dikonfirmasi karena sudah mengirim naskah. tapi udah sebulan lebih meeeen. gak ada email balasan yg dikirim otomatis oleh email "N" yg katanya kalo ada email naskah masuk, pasti dikirimin email konfirmasi. tapi naskah gue nggak SAMA SEKALI.
akhirnya gue kesal. capek loh nunggu yg gak pasti. gue cabut naskah itu secara sepihak dan adminnya gak bales apa-apa. itukah yg namanya profesional???
huft banget.
semoga penerbit yg kali ini nggak mengecewakan.
minimal... itu tuh balasan email untuk mengkonfirmasi adanya email masuk dari gue. amin ya Allah~~~~~~
semoga bisa memberikan yg terbaik buat partner nulis gue, Patrisia Devitasari :))
someday, our dreams to be a writer will be come true, Tre!! :D
15 Juni 2013
Ricky Harun Married!!!
Oh tidak. Baru aja gue buka leptop bersamaan dengan nonton TV, gue udah nonton kabar infotaiment yg membuat gue shock! ckck.
Ricky Harun nikah, Girls~~~ Oh tidak.
Lelaki impian, lelaki idola sejak gue SMA, lelaki yg gue bayangkan bisa jadi pacar atau suami gue suatu hari HAHA *mimpi amat yak gue*
ya begitulah ceman-ceman. hiks. Kiky udah merit, sama artis juga. alhamdulillahnya sih dia merit bukan sm artis cewek yg gue gak suka yg dulu pernah jadi pacarnya juga hihihi *apa urusan lo ra*
sebenernya sih, beberapa waktu lalu gue udah tau Kiky lagi deket sama siapa dan dikabarkan malah udah foto prewed. wah, udah jelas nih mau merit kayaknya nih orang. tapi waktu itu gue peduli gak peduli soalnya lagi ga mikirin dia gitu *iyalah, saya kan udah punya pacar hahaha*
eh gak nyangka, sekarang kiky merit beneran :3 dan gue baru tau kalo doi orang padang, habis resepsinya pake adat padang hehehe~~
kalo inget dulu tuh yaa, hem, gue tuh ngefans berat sama Ricky Harun. bahkan gue tuh sampe pernah ke rumahnya, dan tiap pulang sekolah itu selalu menyempatkan untuk lewat depan rumahnya hahaha. berharap banget bisa ketemu. semua gambar dan foto-fotonya kiky itu gue kumpulin dan gue buat kliping. dan dulu itu gue mengakui rasa suka itu sebagai rasa cinta. apa banget kan? dasar anak ababil ya kan? *nunjuk diri sendiri*
sekarang gue jadi ketawa sendiri kalo inget-inget jaman dulu hihihi. yah.. namanya juga ABG, ya gak? wajar sebenernya kalau ABG lagi suka-suka dan ngefans-ngefans nya sama idola. yaah.. contohnya para COMATE-nya Coboy Junior wkwk *nyebut juga dah boyband satu itu. gue gak habis pikir kenapa para fansnya bisa sampe segitu sukanya sama mereka, ckckck~*
yah, begitulah cerita gue tentang kiky pagi ini.
gue doakan semoga pernikahannya langgeng, menjadi pasangan yang sakinah, mawadah, warohmah. Amin! Semoga cepet dapet momongan yg gak kalah ganteng sama bapaknya hihihihi..
Langganan:
Postingan (Atom)










